Internasional

Maduro: “Saya Diculik Trump!”; Kolombia Siap Angkat Senjata Hadapi AS

Persidangan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Amerika Serikat dan serangkaian ancaman Presiden Donald Trump terhadap negara-negara lain menjadi sorotan utama berita internasional pada Rabu, 7 Januari 2026. Ketegangan global meningkat setelah Maduro mengklaim dirinya diculik, sementara Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan kesiapannya untuk angkat senjata.

Maduro Mengaku Diculik di Pengadilan New York

Dalam penampilan perdananya di pengadilan New York, Presiden Venezuela Nicolas Maduro membuat pernyataan mengejutkan. Ia mengklaim dirinya telah diculik oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak Sabtu, 3 Januari lalu.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

“Saya telah diculik sejak 3 Januari lalu. Saya ditangkap di rumah saya,” kata Maduro di hadapan pengadilan, seperti yang disorot oleh tim redaksi Mureks.

Trump Beri Sinyal Incar Iran usai Penangkapan Maduro

Setelah penangkapan Maduro, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan bahwa Iran akan menjadi target ‘serangan’ berikutnya. Sinyal ini muncul dari sebuah foto yang diunggah Senator AS Lindsey Graham di platform X pada Senin, 5 Januari.

Dalam foto tersebut, Trump dan Graham terlihat berpose bersama di dalam pesawat kepresidenan Air Force One dengan senyum semringah. Trump tampak memegang topi hitam bertuliskan “Make Iran Great Again (MIGA)”, sebuah frasa yang mengusik publik dan memicu spekulasi tentang kebijakan luar negeri AS selanjutnya.

Diancam Trump, Presiden Kolombia Siap Angkat Senjata

Ancaman Presiden Donald Trump juga memicu reaksi keras dari Presiden Kolombia Gustavo Petro. Pada Senin, 5 Januari, Petro menyatakan kesiapannya untuk “mengangkat senjata” demi membela negaranya, menyusul tindakan AS terhadap Venezuela pada akhir pekan sebelumnya.

Melalui unggahan di media sosial, Petro, yang merupakan mantan pejuang sayap kiri, menegaskan bahwa setiap intervensi militer AS di Kolombia akan memicu perlawanan sengit. “Saya bersumpah tidak akan menyentuh senjata lagi. Namun demi tanah air, saya akan mengangkat senjata kembali,” kata Petro, sebagaimana dikutip oleh Al Jazeera.

Mureks