Liverpool, di bawah asuhan pelatih Arne Slot, menghadapi tantangan serius di lini serang. Per 5 Januari 2026, The Reds tercatat delapan kali gagal membobol gawang lawan dalam berbagai kompetisi, sebuah catatan yang menarik perhatian di tengah produktivitas gol mereka.
Meskipun demikian, Mureks mencatat bahwa Liverpool sebenarnya cukup produktif. Sejak Arne Slot datang pada awal musim 2024/2025, Virgil van Dijk dan kolega telah mengemas 171 gol dari 84 pertandingan. Angka ini menunjukkan rata-rata minimal dua gol per laga, menegaskan bahwa kesulitan mencetak gol hanya terjadi pada momen-momen tertentu.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
1. Kekalahan Perdana dari Nottingham Forest (14 September 2024)
Pertandingan pertama Liverpool gagal mencetak gol pada era Arne Slot sekaligus menjadi momen kekalahan perdana mereka. Liverpool menyerah 0-1 dari Nottingham Forest di Anfield pada pekan keempat English Premier League (EPL) 2024/2025. Gawang Alisson Becker dibobol Callum Hudson-Odoi pada menit ke-72.
2. Tersingkir di Piala Carabao oleh Tottenham Hotspur (8 Januari 2025)
Setelah kekalahan dari Nottingham Forest, Liverpool baru kembali terjungkal dan gagal mencetak gol setelah 25 pertandingan berikutnya. Mereka menyerah 0-1 dari Tottenham Hotspur pada leg pertama semifinal Piala Carabao 2024/2025. Spurs mencetak gol tunggalnya melalui Lucas Bergvall pada menit ke-86.
3. Kejutan Memalukan dari Plymouth Argyle di Piala FA (9 Februari 2025)
Arne Slot menelan salah satu kekalahan paling memalukan dalam kariernya pada 9 Februari 2025. Liverpool dibungkam tim kasta kedua yang saat itu tengah menghuni zona degradasi Championship Inggris, Plymouth Argyle. Keduanya bertemu untuk melakoni babak keempat Piala FA 2024/2025, di mana Liverpool kalah 0-1 akibat gol penalti Ryan Hardie pada menit ke-53.
4. Penalti Galatasaray Hentikan Langkah di Liga Champions (30 September 2025)
Liverpool kembali kalah 0-1 akibat gol penalti pada 30 September 2025. Mereka mengalaminya saat berhadapan dengan Galatasaray pada matchday kedua fase liga Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026. Victor Osimhen sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo tendangan penalti pada menit ke-16.
5. Dibantai Crystal Palace Tiga Gol Tanpa Balas (29 Oktober 2025)
Liverpool menelan kekalahan telak ketika menghadapi Crystal Palace di Anfield pada babak keempat Piala Carabao 2025/2026. Mereka menyerah dengan skor 0-3. Ismaila Sarr membukukan brace pada menit ke-41 dan ke-45, sementara Yeremy Pino menutup papan skor pada menit ke-88 setelah membuat assist untuk gol kedua Sarr.
6. Kembali Takluk 0-3 dari Manchester City (9 November 2025)
Liverpool melawat ke Etihad Stadium pada 9 November 2025 untuk melakoni pekan kesebelas Premier League 2025/2026. Mereka pulang dengan kekalahan 0-3. Giorgi Mamardashvili yang tampil sebagai kiper sempat memberikan suntikan kepercayaan diri setelah menahan eksekusi penalti Erling Haaland pada menit ke-13. Namun, Haaland akhirnya membobol gawang pemain asal Georgia tersebut pada menit ke-29. Setelah itu, The Cityzens menambah dua gol melalui Nico Gonzalez pada menit ke-45+3 dan Jeremy Doku pada menit ke-63.
7. Nottingham Forest Kembali Jadi Momok, Liverpool Kalah 0-3 (22 November 2025)
Setelah takluk 0-1 pada 14 September 2025, Liverpool kembali kalah ketika menjamu Nottingham Forest di Anfield pada 22 November 2025 dalam lanjutan Premier League 2025/2026. Kali ini, mereka bahkan dibantai 0-3. Forest membungkam publik tuan rumah lewat gol dari Murillo (menit ke-33), Nicolo Savona (menit ke-46), dan Morgan Gibbs-White (menit ke-78).
8. Imbang Tanpa Gol Kontra Leeds United, Dominasi Sia-sia (1 Januari 2026)
Liverpool era Arne Slot seri tanpa gol untuk pertama kalinya pada Kamis, 1 Januari 2026. Mereka menuntaskan hari pertama pada 2026 dengan bermain 0-0 melawan Leeds United di Anfield dalam lanjutan Premier League 2025/2026. Hasil ini sangat mengecewakan karena Liverpool begitu mendominasi pertandingan, melepaskan hingga 19 tembakan, dan berdasarkan expected goals, seharusnya membuat minimal dua gol.
Tim redaksi Mureks mengamati bahwa lima dari delapan hasil di atas terjadi pada musim 2025/2026. Ini menggambarkan kondisi Liverpool yang mengalami kemunduran drastis setelah tampil memukau dengan menjuarai Premier League pada musim debut Slot. Jika melakukan analisis sederhana, penyerangan bukanlah faktor utama yang menyebabkan Liverpool mengalami momen sulit, melainkan pertahanan. Lini belakang mereka terlalu mudah ditembus dengan total 40 kebobolan dari 28 pertandingan per 5 Januari 2026, sementara Liverpool masih cukup produktif dengan mencetak 45 gol.






