Tren

Kombes Pol Henry: “Polri Komitmen Tangani Profesional” Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo

KUPANG – Polres Manggarai Barat secara resmi memulai penyidikan terkait insiden kecelakaan laut (laka laut) yang menimpa kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Selat Padar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden ini menyebabkan meninggalnya seorang pelatih Valencia B beserta anaknya.

Langkah awal penyidikan ditandai dengan penyerahan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat pada Rabu (31/12) kemarin. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang, Kamis (01/01/2026).

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

“Kemarin Polres Manggarai Barat telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat,” kata Henry.

Henry menjelaskan, penyerahan SPDP ini menandai dimulainya tahapan penyidikan secara resmi. Penyidik akan melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi, awak kapal, serta pihak operator. Pendalaman juga akan dilakukan terkait kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran. Menurut Henry, proses penegakan hukum atas kelalaian pelayanan kapal wisata yang tenggelam sudah pasti akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Mureks mencatat bahwa insiden serupa diharapkan tidak terulang lagi, mengingat kondisi alam yang seharusnya bisa diantisipasi. Henry menegaskan, langkah penyidikan ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menegakkan hukum serta memberikan kepastian hukum atas peristiwa tersebut. “Polri berkomitmen untuk menangani setiap peristiwa kecelakaan laut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyidikan dilakukan untuk mengungkap fakta secara objektif serta menentukan ada tidaknya unsur kelalaian atau tindak pidana dalam kejadian ini,” tegasnya.

Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah menambah daftar panjang kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo. Sepanjang tahun 2024 hingga akhir 2025, tim redaksi Mureks mencatat sedikitnya 15 insiden kecelakaan kapal wisata di wilayah tersebut. Sebagian besar kecelakaan terjadi di sekitar perairan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca, baik akibat cuaca buruk maupun gangguan teknis kapal.

Beberapa insiden yang pernah terjadi di antaranya tenggelamnya kapal wisata Raja Bintang 02 pada Maret 2025, Phinisi Budi Utama pada Juni 2024, kecelakaan di rute Labuan Bajo–Pulau Padar pada Agustus 2024, serta kapal pinisi Dewi Anjani pada Desember 2025.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, kapal wisata semi phinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar.

Mureks