Tren

Kesalahan Fatal Penggunaan Pemutih di Kamar Mandi: Hindari 5 Hal Ini untuk Kebersihan Optimal dan Aman

Penggunaan pemutih dalam membersihkan kamar mandi sering kali menimbulkan kekhawatiran karena sifat kimianya yang kuat. Namun, seorang pembersih profesional melalui akun TikTok @edgecleaningwa mengungkapkan bahwa pemutih sangat efektif jika digunakan dengan cara yang benar.

Mureks mencatat bahwa banyak kesalahan umum yang dilakukan saat membersihkan dengan pemutih, yang justru dapat mengurangi efektivitas dan bahkan membahayakan. Dengan menghindari lima kesalahan ini, Anda akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dan rumah yang lebih bersih.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

1. Jangan Pernah Mencampur Pemutih dengan Larutan Pembersih Lain

Kesalahan pertama yang fatal adalah mencampur pemutih dengan larutan pembersih lainnya. Tindakan ini sangat berbahaya karena dapat memicu reaksi kimia yang merusak rumah dan, yang lebih penting, membahayakan kesehatan Anda.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan, “Ini dapat melepaskan uap yang mungkin sangat berbahaya untuk dihirup.” Satu-satunya zat yang boleh dicampur dengan pemutih adalah air.

2. Encerkan Pemutih dengan Air dalam Rasio 1:16

Pemutih murni merupakan larutan kimia kuat yang mengandung natrium hipoklorit. Meskipun sangat baik untuk disinfeksi, penting untuk mengencerkannya agar aman digunakan.

Untuk hasil terbaik dan keamanan, @edgecleaningwa merekomendasikan campuran 1 bagian pemutih dengan 16 bagian air.

3. Gunakan Hanya pada Permukaan Non-Pori

Pemutih sebaiknya hanya digunakan pada permukaan non-pori. Lantas, apa saja yang termasuk permukaan non-pori?

Clorox menjelaskan, “Jangan gunakan [pemutih] pada aluminium, enamel yang terkelupas atau retak, tembaga, kuningan, perak, atau kayu, marmer, ubin, atau granit yang tidak tersegel.”

Sebaliknya, “Permukaan seperti granit tersegel, ubin berlapis kaca, kayu yang dicat, plastik, vinil, baja tahan karat, dan porselen dapat dengan mudah dan aman dibersihkan.”

4. Hindari Permukaan Batu atau Logam

Serupa dengan permukaan berpori, batu dan logam adalah dua jenis permukaan yang akan rusak, berubah warna, dan melemah jika terkena pemutih, terutama jika digunakan berlebihan.

Pemutih akan mengikis lapisan pelindung dan mineral pada material ini, yang seiring waktu dapat menyebabkan retakan, keripik, dan kerapuhan yang sulit diperbaiki.

5. Selalu Bilas Setelah Menggunakan

Meskipun pemutih sangat efektif menghilangkan noda dan kotoran, ia tidak boleh dibiarkan menempel pada permukaan setelah digunakan. Ada beberapa alasan penting untuk ini.

Pertama, untuk menghindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Kedua, mencegah reaksi kimia dengan produk pembersih lain yang mungkin digunakan setelahnya. Ketiga, mencegah erosi pada permukaan.

Sebagai contoh, jika pemutih dibiarkan di toilet setelah digunakan, dapat menyebabkan iritasi pada kulit saat seseorang duduk. Dengan menghindari lima kesalahan umum ini, Anda dapat memastikan penggunaan pemutih yang lebih aman dan efektif, menghasilkan rumah yang lebih bersih dan terawat.

Mureks