Kepolisian Vietnam berhasil membongkar jaringan penipuan dan perjudian daring terbesar yang beroperasi di lima kota, termasuk ibu kota Hanoi. Dalam operasi yang dilakukan pada 31 Desember lalu, 35 orang ditangkap dan total kerugian korban diperkirakan mencapai US$350 juta atau setara Rp 5,8 triliun.
Mengutip laporan AFP pada Kamis (8/1/2026), para tersangka menggunakan teknologi canggih untuk melancarkan aksinya. “Para tersangka menggunakan teknologi canggih untuk penipuan dan perjudian online,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Modus operandi geng ini melibatkan penggunaan media sosial untuk mengiklankan barang dagangan palsu. Setelah uang ditransfer oleh korban, barang tidak pernah dikirim dan profil akun pelaku langsung dihapus. Uang hasil kejahatan kemudian ditransfer berulang kali ke akun perjudian daring untuk menghindari deteksi oleh pihak berwenang.
Dalam operasi tersebut, polisi menyita lima unit mobil dan 42 unit telepon seluler. Selain itu, 125 rekening di 16 bank berbeda juga telah dibekukan sebagai bagian dari penyelidikan.
Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, kepolisian telah menangkap 22 tersangka warga negara Vietnam di Kamboja atas tuduhan penipuan serupa. Operasi gabungan antara kedua negara itu mengungkap 3.000 korban dengan total kerugian mencapai US$285 juta.
Mureks mencatat bahwa sejak tahun 2020, korban penipuan daring di Vietnam telah kehilangan total US$1,5 miliar dari lebih dari 24.000 kasus yang dilaporkan. Fenomena ini mencerminkan tren yang lebih luas di Asia Tenggara.
Menurut data dari badan PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), geng kriminal di seluruh Asia Tenggara telah memanfaatkan kasino, hotel, dan kompleks tertentu sebagai basis untuk melakukan penipuan siber yang semakin canggih. Kamboja, khususnya, menjadi tuan rumah bagi puluhan pusat penipuan yang melibatkan puluhan ribu orang, baik yang terlibat secara sukarela maupun menjadi korban perdagangan manusia. Industri ilegal ini diperkirakan bernilai miliaran dolar.






