Internasional

Kemlu RI Tanggapi Kritik Keras Sikap Venezuela, Trump Peringatkan NATO Tanpa Kehadiran AS

Kecaman negara-negara terhadap penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat masih menjadi sorotan berita internasional pada Jumat (9/1). Di sisi lain, ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu Eropa imbas ambisi Presiden Donald Trump merebut wilayah Greenland dari Denmark juga masih jadi perhatian.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI turut buka suara usai pernyataan resmi pemerintah Indonesia soal Venezuela menuai kritik dari sejumlah pihak. Pernyataan tersebut dinilai cenderung normatif dan tak menyebut nama Amerika Serikat dalam rilis mereka.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Sikap RI Dikritik soal AS Serang Venezuela, Kemlu Buka Suara

Pekan lalu, Amerika Serikat menggempur ibu kota Venezuela, Caracas, dan menculik Presiden Nicolas Maduro beserta ibu negara Cilia Flores. Mureks mencatat bahwa insiden ini memicu gelombang kecaman internasional.

Menanggapi kritik tersebut, Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan, “posisi Indonesia jelas dan berbasis prinsip.” Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers pada Kamis (8/1).

Ancaman Trump: Rusia dan China Tak Takut NATO Tanpa AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman bahwa aliansi pertahanan NATO tak ditakuti Rusia dan China jika tak ada AS di dalamnya. Dalam pernyataan di Truth Social pada Rabu (7/1), Trump berujar NATO berhasil membuat gentar dunia berkat partisipasi militer Washington.

“Rusia dan China sama sekali tak takut dengan NATO jika tak ada Amerika Serikat,” kata Trump dikutip dari Anadolu Agency. Ancaman ini menambah daftar ketegangan antara AS dan sekutunya.

Jawaban Kemlu RI soal WNI Ditangkap di Yordania Diduga Dukung ISIS

Selain isu internasional tersebut, Kementerian Luar Negeri RI juga buka suara soal kabar seorang warga negara Indonesia (WNI) di Yordania, Kevin Lorente (KL), yang diduga terindikasi mendukung ISIS. Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyampaikan perkembangan terbaru itu saat konferensi pers pada Kamis (8/1).

Heni menyampaikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman menerima laporan bahwa anak dari salah satu WNI ditangkap di kepolisian Yordania pada 19 Mei. Pihak Kemlu terus memantau kasus ini dan memberikan pendampingan hukum yang diperlukan.

Mureks