Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberangkatkan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk misi kemanusiaan di wilayah desa terdampak bencana di Sumatra, khususnya Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Ribuan praja ini dilepas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Sabtu (03/01/2026), melalui kolaborasi dengan Lion Air Grup.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara langsung melepas keberangkatan para praja tersebut. Ia menyampaikan motivasi dan berencana menyambut mereka kembali di lokasi bencana.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
“Hari ini saya sengaja melepas mereka untuk memberikan motivasi kepada mereka dan juga nanti Insya Allah, saya akan ke sana menerima mereka dalam bentuk upacara bersama dengan pemerintah daerah,” kata Mendagri Tito Karnavian di Tangerang, Sabtu.
Pengiriman 1.138 praja IPDN ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, sebanyak 413 personel diberangkatkan menuju Medan, diikuti 414 personel pada tahap kedua yang akan diterjunkan langsung ke Aceh. Tahap ketiga akan menyusul dengan 179 personel, ditambah 132 personel tim advance yang sudah berada di lokasi.
“Untuk hari ini 413 personel, besok 414 personel masuk tahap kedua, kemudian tahap ketiga 179 personel. Dan yang sudah ada di lokasi namanya tim advance, sudah 132 personel jadi totalnya 11.138 personel,” jelasnya.
Fokus Pemulihan dan Dampak Bencana
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa para praja IPDN ditugaskan untuk membantu pascabencana, dengan fokus pada daerah yang mengalami dampak paling parah. Terutama, wilayah yang fungsi pemerintahannya terganggu akibat kerusakan masif.
Mureks mencatat bahwa bencana ini menyebabkan 22 desa hilang, terdiri dari 13 desa di Aceh, delapan desa di Sumatera Utara, dan satu desa di Sumatera Barat. Selain itu, sebanyak 1.580 kantor desa di ketiga provinsi tersebut terdampak, mengakibatkan pemerintahan desa tidak dapat beroperasi normal.
“Hampir seluruh daerah-daerah yang terdampak ada 52 daerah. Di kawasan dan kota di tiga provinsi di Aceh, 18 di Sumatera Utara, kemudian tiga di Sumatera Barat. Sumatera Barat paling cepat recover dan tinggal tiga daerah yang menjadi atensi utama yaitu Agam,” ungkap Tito.
Aceh menjadi provinsi dengan dampak terbesar, dengan 1.455 kantor desa terdampak, disusul Sumatera Utara (93 kantor desa), dan Sumatera Barat (32 kantor desa). Wilayah Aceh Utara dan Aceh Tamiang tercatat sebagai daerah dengan jumlah desa terdampak terbanyak.
“Sebagian besar recover, tinggal ada lima yang perlu kita atensi yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Sibulga, dan untuk Aceh memang yang paling berat terdampak dari 18 kabupaten, 11 sudah jauh membaik, yang tujuh lagi ini memerlukan atensi spesifik untuk dapat dipulihkan mulai dari Aceh-Tamiang, Aceh-Utara, Aceh-Timur, Aceh-Tengah kemudian Gayo Lues,” papar Mendagri.
Dua Misi Utama Praja IPDN Selama Penugasan
Selama masa penugasan, para praja IPDN beserta pengasuhnya akan mengemban dua tugas utama. Pertama, mereka akan membantu kegiatan pembersihan pascabencana di wilayah terdampak. Kedua, mereka akan mendukung upaya pemulihan dan pengaktifan kembali pemerintahan desa agar layanan dasar kepada masyarakat dapat berjalan normal.
“Kedua nanti adalah membangkitkan desa-desa yang cukup banyak lebih dari 200, di sana yang belum berjalan dukcapil, layanan publik yang lain itu harus bisa dihidupkan, target waktu mereka sebulan, dan ini masuk kurikulum. Kita anggap ini sebagai bagian kerja nyata kuliah,” pungkas Mendagri Tito Karnavian.






