Nasional

Kemacetan Parah Landa Sawangan Depok, Warga Keluhkan Jalan Sempit dan Bus Transjakarta

Kemacetan lalu lintas parah kembali melanda Jalan Raya Sawangan, Depok, pada Kamis (08/01/2026) pagi. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya volume kendaraan yang tidak sebanding dengan ruas jalan yang sempit. Pantauan Mureks di lokasi, antrean kendaraan mengular panjang, membuat pengendara harus bersabar.

Wisnu (30), seorang pengendara sepeda motor yang melintas setiap hari, mengungkapkan kekesalannya. “Saya kalau kerja memang lewat sini. Jalan di wilayah sini memang perlu pelebaran, lihat saja jalurnya kecil,” ujarnya.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Ia menambahkan, lebar jalan yang hanya cukup untuk dua mobil membuat pengendara kesulitan untuk menyalip, terutama saat volume kendaraan sedang padat. Situasi ini diperparah dengan keberadaan bus Transjakarta.

Keluhan serupa disampaikan Yusa (34), pengendara motor lainnya. “Tiap hari saya berhadapan dengan macet di jalur sini (Sawangan). Jalan di wilayah sini itu kurang lebar, ditambah ada Transjakarta,” kata Yusa.

Menurut Yusa, bus Transjakarta yang beroperasi di Sawangan berukuran penuh (full size), bukan mini Transjakarta. “Kalau keluarnya di jalan raya itu lumayan bikin tambah macet sebenarnya, karena bus yang digunakan bodinya besar, bukan yang kecil atau mini Transjakarta, tapi full size sehingga memakan jalan raya yang cuma cukup satu mobil,” tambahnya.

Kondisi ini, menurut Yusa, menyebabkan satu lajur jalan tertutup sepenuhnya saat bus Transjakarta berhenti. Akibatnya, pengendara motor sulit mendahului dan terjadi penumpukan kendaraan di belakang bus.

“Kondisi jalan di Jakarta saja itu bisa makan tempat, makanya dikasih jalur khusus. Nah, di Sawangan jalurnya tidak ada, tapi dipaksakan. Ya memang ada dampaknya buat orang-orang yang perjalanan jauh,” jelasnya.

Tidak adanya jalur khusus untuk transportasi umum Transjakarta dinilai semakin memperumit situasi lalu lintas di kawasan Sawangan. “Biasanya mobil kalau berhenti itu minggir dulu. Kalau bus Transjakarta kan tidak bisa. Sekarang kalau berhenti, jalannya ketutup bus, tidak ada celah lagi. Jangankan mobil, motor saja tidak bisa lewat. Itu kan karena jalannya terlalu sempit,” ujar Yusa.

Ia juga menyoroti risiko bagi pengendara motor yang harus berpikir dua kali untuk menyalip karena khawatir tersenggol ukuran bus yang besar.

Yusa berharap adanya pelebaran jalan serta pengaturan lalu lintas yang lebih baik, khususnya terkait operasional Transjakarta di wilayah Sawangan, agar kemacetan dapat dikurangi. “Pelebaran jalan itu penting, penting banget di sini. Cuma yang lebih tepat itu pengaturan Transjakarta yang melintas di wilayah sini,” pungkasnya.

Mureks