Tren

Kamboja dan Thailand Sepakati Gencatan Senjata, AS Sambut Sinyal Damai di Asia Tenggara

WASHINGTON – Kamboja dan Thailand secara resmi memulai gencatan senjata pada 27 Desember 2025, sebuah langkah signifikan yang disambut baik oleh Amerika Serikat sebagai sinyal positif bagi perdamaian berkelanjutan di Asia Tenggara.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, dalam pernyataannya, menegaskan dukungan Washington terhadap inisiatif ini. “Amerika Serikat menyambut baik upaya tegas pemerintah Kamboja dan Thailand untuk melaksanakan perjanjian gencatan senjata pada 27 Desember. Ini menunjukkan komitmen kedua negara terhadap perdamaian abadi dengan menerapkan ketentuan Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur,” ujar Pigott.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Selain itu, Washington juga mengapresiasi pembebasan 18 tentara Kamboja oleh Thailand. Menurut Mureks, langkah ini dinilai sebagai upaya konstruktif menuju pembangunan kembali hubungan bilateral yang lebih harmonis antara kedua negara bertetangga tersebut.

Menteri Pertahanan Thailand, Natthaphon Narkphanit, pada Sabtu (27/12/2025) lalu, telah mengonfirmasi bahwa gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja mulai berlaku tepat pukul 12:00 waktu setempat pada tanggal tersebut.

Dukungan terhadap gencatan senjata ini tidak hanya datang dari AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Senin (29/12/2025), juga menyatakan bahwa Moskow menyambut baik perjanjian yang dicapai antara Thailand dan Kamboja, menandakan konsensus internasional terhadap upaya deeskalasi konflik di kawasan.

Mureks