Lifestyle

Kalender Hijriyah Lebih Pendek dari Masehi: Mengapa Selisih 10-11 Hari Terjadi Setiap Tahun?

Kalender Hijriyah dan kalender Masehi merupakan dua sistem penanggalan utama yang digunakan secara luas di dunia. Meskipun keduanya berfungsi sebagai penanda waktu, terdapat perbedaan mendasar, terutama pada jumlah hari dalam satu tahun. Kalender Hijriyah secara konsisten lebih pendek dibandingkan kalender Masehi. Lantas, apa yang menjadi penyebab selisih hari ini?

Perbedaan Dasar Sistem Penanggalan

Perbedaan utama antara kalender Hijriyah dan Masehi terletak pada acuan perhitungan waktunya. Menurut buku Kalender Hijriyah Dalam Kajian Syari’ah dan Astronomi karya Hj. Vivit Fitriyanti, kalender Hijriyah adalah kalender qamariyah. Ini berarti perhitungannya didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Sebaliknya, kalender Masehi merupakan kalender syamsiyah, yang disusun berdasarkan peredaran Bumi mengelilingi Matahari. Perbedaan sistem inilah yang menjadi akar penyebab jumlah hari dalam satu tahun Hijriyah tidak sama dengan tahun Masehi.

Durasi Satu Tahun dalam Kalender Hijriyah

Dalam kalender Hijriyah, satu bulan dimulai sejak terlihatnya hilal, yakni bulan sabit pertama setelah terbenam matahari. Ida Fitri Shohibah dalam buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah menjelaskan, durasi satu bulan qamariyah berkisar antara 29 atau 30 hari, tergantung pada posisi dan visibilitas bulan.

Dengan demikian, satu tahun Hijriyah yang terdiri dari 12 bulan memiliki jumlah hari sekitar:

  • 354 hari pada tahun biasa
  • 355 hari pada tahun kabisat Hijriyah

Perbedaan ini, Mureks mencatat, menyebabkan kalender Hijriyah lebih pendek sekitar 10 hingga 11 hari dibandingkan kalender Masehi setiap tahunnya.

Durasi Satu Tahun dalam Kalender Masehi

Kalender Masehi menghitung waktu berdasarkan satu kali revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Satu tahun syamsiyah terdiri dari:

  • 365 hari pada tahun biasa
  • 366 hari pada tahun kabisat

Perbedaan jumlah hari ini muncul karena waktu revolusi Bumi tidak tepat 365 hari, melainkan sekitar 365,2422 hari. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian melalui sistem tahun kabisat setiap empat tahun sekali untuk menjaga akurasi penanggalan.

Akar Perbedaan Panjang Kalender

Kalender Hijriyah lebih pendek karena satu siklus peredaran bulan hanya sekitar 29,53 hari. Jika angka ini dikalikan dengan 12 bulan, maka total hari dalam setahun hanya sekitar 354 hari. Ini berbeda dengan kalender Masehi yang mengikuti peredaran Matahari, sehingga satu tahunnya mengikuti panjang revolusi Bumi yang lebih lama.

Dengan kata lain, perbedaan panjang tahun ini murni disebabkan oleh perbedaan objek astronomi yang dijadikan acuan dasar perhitungan, yaitu Bulan untuk Hijriyah dan Matahari untuk Masehi.

Implikasi Pergeseran Kalender bagi Umat Islam

Perbedaan panjang kalender ini memiliki dampak nyata dalam kehidupan umat Islam, terutama dalam pelaksanaan ibadah. Bulan-bulan dalam kalender Hijriyah, seperti Ramadan, Zulhijah, dan Muharam, terus bergeser setiap tahunnya jika dilihat dari kalender Masehi. Pergeseran ini sekitar 10-11 hari lebih awal setiap tahun.

Sebagai contoh, puasa Ramadan dapat jatuh di musim hujan, kemarau, atau dingin, tergantung pada pergeseran tahunan tersebut. Demikian pula, ibadah haji dapat berlangsung pada kondisi cuaca yang berbeda-beda sepanjang siklus 33 tahun, mengikuti pergeseran bulan Zulhijah dalam kalender Masehi.

Mureks