Keuangan

KAI Catat Lonjakan Penumpang 17 Persen di Rute Banyuwangi-Malang-Purwokerto Selama Nataru 2025/2026

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melaporkan peningkatan signifikan jumlah pelanggan pada relasi Banyuwangi–Malang–Purwokerto selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Tercatat, pertumbuhan tertinggi mencapai 17 persen di wilayah Daop 5 Purwokerto dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa lonjakan ini terjadi sepanjang 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Menurutnya, peningkatan arus pelanggan tersebut merefleksikan semakin tingginya pemanfaatan layanan kereta api untuk perjalanan antarkota yang terjadwal dan menjadi pilihan masyarakat selama libur akhir tahun.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Stasiun Ketapang Jadi Pusat Mobilitas di Timur Jawa

Di wilayah Banyuwangi, Stasiun Ketapang mencatat pergerakan pelanggan yang substansial. Sebanyak 25.605 pelanggan naik, tumbuh 11 persen, sementara 28.041 pelanggan turun, meningkat 10 persen dibandingkan Nataru sebelumnya. Capaian ini menempatkan Stasiun Ketapang sebagai salah satu stasiun dengan volume pergerakan pelanggan tertinggi di wilayah timur Jawa.

Stasiun Ketapang berada di posisi ketiga tertinggi di Daop 9 Jember. Stasiun Jember memimpin dengan 67.743 pelanggan naik dan 63.765 pelanggan turun, diikuti Stasiun Banyuwangi dengan 31.029 pelanggan naik dan 31.715 pelanggan turun. Posisi Ketapang ini menggambarkan sebaran mobilitas pelanggan yang merata di kawasan tapal kuda Jawa Timur.

Pertumbuhan Merata di Berbagai Daop

Secara regional, catatan Mureks menunjukkan, pertumbuhan perjalanan pelanggan terjadi secara merata pada wilayah yang terhubung dengan Banyuwangi, Malang, dan Purwokerto. Selama periode Nataru 2025/2026:

  • Daop 8 Surabaya melayani 450.668 pelanggan, meningkat 12 persen.
  • Daop 9 Jember melayani 207.980 pelanggan, meningkat 11 persen.
  • Daop 5 Purwokerto melayani 322.780 pelanggan, meningkat 17 persen.

Peningkatan jumlah pelanggan di Daop 5 Purwokerto juga terlihat pada layanan kereta api jarak jauh dengan volume tertinggi. Beberapa di antaranya adalah:

  • KA Kutojaya Selatan: 15.053 pelanggan
  • KA Serayu: 12.479 pelanggan
  • KA Kamandaka: 12.262 pelanggan
  • KA Sawunggalih dan KA Joglosemarkerto: Masing-masing melayani lebih dari 10 ribu pelanggan
  • KA Malioboro Ekspres: 8.971 pelanggan, memperkuat pergerakan menuju Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.

Okupansi Tinggi di Rute Jawa Timur

Di Jawa Timur, relasi Banyuwangi–Malang juga menunjukkan tingkat keterisian yang tinggi. Pada relasi Malang–Jember–Ketapang, KA Ijen Ekspres melayani 1.629 pelanggan kelas eksekutif dan 4.956 pelanggan kelas ekonomi. Sementara itu, KA Tawang Alun mencatat 10.004 pelanggan kelas ekonomi dengan okupansi mencapai 105 persen.

Untuk relasi Banyuwangi–Surabaya, KA Probowangi melayani 11.954 pelanggan kelas ekonomi dengan okupansi 104 persen. KA Mutiara Timur, yang beroperasi dari Surabaya Pasarturi dan Surabaya Gubeng, melayani total 13.130 pelanggan pada berbagai jadwal keberangkatan.

Dampak Wisata dan Dukungan Digital KAI

Pertumbuhan arus pelanggan ini turut dipengaruhi oleh aktivitas wisata dan perjalanan keluarga. Dari Stasiun Ketapang, pelanggan banyak melanjutkan perjalanan menuju destinasi pesisir dan bahari Banyuwangi, seperti Pantai Watu Dodol, Pantai Boom, dan Bangsring Underwater, serta kawasan perkotaan. Sementara itu, Malang dan Purwokerto menjadi tujuan utama untuk pusat pendidikan, kegiatan ekonomi, dan mobilitas regional.

Anne Purba menambahkan, pola perjalanan selama Nataru mengindikasikan bahwa permintaan layanan pada relasi Banyuwangi–Malang–Purwokerto berpeluang terus tumbuh pada periode pasca-Nataru, seiring berlanjutnya aktivitas masyarakat antardaerah. Untuk mendukung kemudahan perjalanan, KAI mengoptimalkan layanan digital melalui aplikasi Access by KAI, yang memfasilitasi perencanaan perjalanan, pembelian tiket, pemantauan jadwal secara real time, serta akses informasi layanan.

Mureks