Juventus harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Lecce 1-1 dalam laga pekan ke-18 Serie A/Liga Italia musim 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Allianz Stadium pada Sabtu, 3 Januari 2026, ini menyisakan rasa pahit bagi tuan rumah, mengingat dominasi permainan mereka tidak sebanding dengan efektivitas penyelesaian akhir.
Lecce berhasil mencuri keunggulan lebih dulu di penghujung babak pertama. Lameck Banda memanfaatkan kelengahan lini belakang Juventus untuk mencetak gol pada menit 45+2. Namun, respons cepat datang dari Juventus di awal babak kedua, ketika Weston McKennie berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-49.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Momen krusial yang bisa mengubah hasil pertandingan terjadi di babak kedua. Jonathan David, penyerang Juventus, gagal mengeksekusi penalti Panenka, membuat Bianconeri harus rela berbagi poin di kandang sendiri.
Analisis Performa Pemain Juventus
Weston McKennie tampil sebagai pemain terbaik Juventus dalam laga ini. Menurut Mureks, peran barunya di belakang lini depan terbukti sangat efektif. Gelandang asal Amerika Serikat itu tidak hanya mencetak gol penyeimbang, tetapi juga bekerja keras menghubungkan lini tengah dan lini serang. Kontribusi McKennie terasa vital karena Juventus kerap membangun serangan dari area sentral. Pergerakan tanpa bolanya membuka ruang bagi rekan setim, meskipun banyak peluang yang tercipta sering terbuang sia-sia.
Sebaliknya, Jonathan David menjalani malam yang sulit. Selain kegagalan penalti yang menjadi titik balik laga, kontribusinya dalam permainan terbuka minim dan kerap terputus dari alur serangan. Performa David yang kurang tajam juga mencerminkan kesulitan adaptasinya sejak bergabung pada musim panas lalu.
Pelatih Luciano Spalletti kembali mengubah pendekatan taktik dengan skema empat bek. Namun, perubahan itu belum sepenuhnya berjalan efektif karena banyak peluang tidak berujung gol. Pergantian pemain yang dilakukan Spalletti juga tidak memberi dampak signifikan, meninggalkan pekerjaan rumah besar terkait penyelesaian akhir dan pemilihan peran pemain.
Kubu Lecce: Falcone Gemilang, Kaba Blunder
Di kubu tim tamu, Wladimiro Falcone layak mendapat predikat pemain terbaik Lecce. Penjaga gawang ini tampil sigap sejak babak pertama dan menjadi pahlawan dengan menggagalkan penalti Jonathan David di babak kedua. Falcone harus bekerja keras karena Juventus mendominasi penguasaan bola dan volume serangan, namun konsentrasinya sepanjang laga menjaga Lecce tetap kompetitif hingga peluit akhir.
Sementara itu, Mohamed Kaba menjadi pemain terburuk Lecce pada pertandingan ini. Gelandang asal Prancis tersebut melakukan pelanggaran yang berujung penalti dan beberapa kali kalah duel di lini tengah. Beruntung bagi Lecce, kesalahan Kaba tidak berbuah gol. Namun, celah di area tengah itu memberi Juventus ruang untuk terus menekan sepanjang laga.
Fabrizio Del Rosso, yang menggantikan Eusebio Di Francesco di pinggir lapangan, menjalankan tugas dengan disiplin. Pendekatan bertahan yang rapi dan pergantian pemain tepat waktu membantu Lecce menahan tekanan besar dari Juventus. Hasil imbang ini memperlihatkan kontradiksi performa individu di kedua tim; Juventus unggul secara permainan, tetapi Lecce pulang dengan poin berkat disiplin dan satu sosok kunci di bawah mistar gawang.






