Tren

Bocoran Ungkap Motorola Razr Fold dan Flagship Signature, Siap Guncang Pasar Smartphone Premium

Rabu, 07 Januari 2026 – Motorola dikabarkan tengah bersiap meluncurkan dua perangkat terbarunya, yakni ponsel lipat bergaya buku pertama bernama Motorola Razr Fold dan flagship non-lipat Motorola Signature. Informasi ini mencuat setelah materi presentasi internal perusahaan bocor ke publik, memicu spekulasi tentang strategi Motorola di pasar smartphone premium.

Bocoran tersebut pertama kali diungkap oleh pembocor teknologi terkemuka, Evan Blass, yang dikenal memiliki rekam jejak akurat dalam memprediksi produk sebelum rilis resmi. Melalui akun X-nya, Blass membagikan sebuah slide pemasaran yang memberikan gambaran awal mengenai ambisi Motorola. Dalam cuitannya pada 4 Januari 2026, Blass juga menyertakan pesan personal, “If you guys think I’m doing solid work here, I’d really appreciate if you’d throw a few bucks my way. It’s @EvanBlass at both PayPal and Venmo. Thank you!”

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Motorola Razr Fold: Tantangan Baru di Segmen Foldable

Selama ini, Motorola dikenal dengan ponsel lipat model clamshell melalui lini Razr. Namun, Razr Fold menandai langkah baru dengan mengadopsi desain lipat horizontal menyerupai buku, serupa dengan Samsung Galaxy Z Fold atau Google Pixel Fold.

Materi pemasaran yang bocor mengklaim Razr Fold akan menghadirkan sistem kamera dan teknologi layar unggulan, serta ditenagai fitur berbasis kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini bahkan digadang-gadang akan menetapkan “standar baru untuk perangkat foldable”, meskipun rincian spesifikasi teknisnya belum diungkap secara resmi.

Minimnya informasi justru memicu spekulasi luas. Kehadiran Razr Fold dinilai sebagai langkah strategis Motorola untuk memperluas portofolio foldable sekaligus memperkuat posisinya di pasar flagship global yang kian kompetitif, menurut pantauan Mureks.

Motorola Signature: Flagship Non-Lipat dengan Spesifikasi Mumpuni

Selain Razr Fold, bocoran yang sama juga mengungkap perangkat flagship non-lipat terbaru Motorola yang kini disebut Motorola Signature. Ponsel ini sebelumnya dikenal melalui rumor sebagai Motorola Edge 70 Ultra, sebelum akhirnya diduga mengalami rebranding.

Berbeda dengan Razr Fold yang masih misterius, informasi mengenai Motorola Signature relatif lebih lengkap. Smartphone ini dikabarkan akan dibekali tiga kamera 50 MP, prosesor Snapdragon 8 Gen 5, serta opsi RAM 12 GB atau 16 GB, tergantung varian yang dipasarkan.

Dari sisi desain, Motorola Signature disebut mengusung bodi super tipis dengan ketebalan sekitar 6,99 mm dan bobot 186 gram. Layarnya menggunakan panel 6,8 inci Extreme AMOLED, dipadukan dengan baterai berkapasitas 5.200 mAh. Untuk pengisian daya, Motorola membekali Signature dengan 90W TurboPower wired charging dan 50W TurboPower wireless charging, menempatkannya di kelas atas smartphone flagship 2026.

AI sebagai Benang Merah Strategi Motorola

Baik Razr Fold maupun Signature sama-sama menonjolkan narasi AI dalam materi pemasarannya. Hal ini menunjukkan bahwa Motorola mengikuti tren industri yang menjadikan kecerdasan buatan sebagai nilai jual utama, mulai dari pengolahan kamera, efisiensi daya, hingga pengalaman penggunaan yang lebih personal.

Mureks mencatat bahwa meskipun belum dijelaskan secara rinci, AI di Razr Fold diperkirakan akan berperan besar dalam optimalisasi layar lipat dan multitasking. Sementara pada Signature, AI kemungkinan besar akan difokuskan pada fotografi, performa, dan manajemen sistem. Pendekatan ini menegaskan bahwa Motorola tidak hanya mengejar desain inovatif, tetapi juga ingin bersaing dari sisi perangkat lunak dan pengalaman pengguna secara menyeluruh.

Motorola Signature dijadwalkan meluncur secara resmi pada 7 Januari 2026, sehingga seluruh spesifikasi dan fitur finalnya akan segera terungkap. Sementara itu, jadwal peluncuran Razr Fold masih menjadi tanda tanya, meskipun bocoran yang muncul mengindikasikan bahwa pengumuman resminya tidak akan berselang lama.

Jika Razr Fold benar-benar segera hadir, Motorola akan resmi masuk ke segmen foldable buku yang selama ini didominasi oleh Samsung. Persaingan pun dipastikan semakin ketat, terutama di pasar premium yang kini menjadi medan adu inovasi terbesar para produsen smartphone global.

Mureks