MOSKOW – Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kirill Dmitriev, menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) tampaknya telah membidik Greenland secara serius. Dmitriev bahkan menyiratkan bahwa Kanada bisa menjadi target berikutnya dalam ambisi AS.
Pernyataan tersebut diungkapkan Dmitriev melalui akun media sosial X miliknya pada Selasa (6/1/2026). “Greenland tampaknya telah diputuskan — Uni Eropa akan terus melakukan apa yang paling dikuasai para vasal: ‘memantau situasi’ dan menunjukkan standar ganda. Kanada berikutnya?” tulis Dmitriev, yang juga merupakan utusan khusus presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara asing.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Menurut Mureks, komentar Dmitriev ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan terbaru Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, mengenai Greenland. Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Miller mempertanyakan legitimasi kontrol Denmark atas Greenland. Ia juga tidak menampik kemungkinan tindakan militer untuk menganeksasi pulau strategis tersebut.
Situasi semakin memanas setelah intervensi militer AS di Venezuela. Istri Miller, Katie Miller, mengunggah gambar di platform X yang menampilkan peta Greenland dengan warna bendera AS, disertai keterangan singkat: “SEGERA.”
Menanggapi perkembangan ini, Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, menegaskan bahwa Denmark mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial kerajaannya. Sementara itu, Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menyebut unggahan gambar tersebut sebagai tindakan yang tidak sopan.
Mureks mencatat bahwa Presiden AS Donald Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat. Trump beralasan, akuisisi Greenland penting bagi kepentingan strategis keamanan nasional AS dan kehadiran NATO di kawasan Arktik. Bahkan, Trump pernah melontarkan gagasan kontroversial dengan menyebut Kanada sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat.






