Setelah mengabaikan pasar Amerika Serikat (AS) selama lima dekade, produsen mobil sport asal Inggris, Caterham, kini serius menggarap pasar tersebut. Mereka berencana memperkenalkan mobil listrik (EV) Project V dengan harga fantastis, sekitar 135.000 dolar AS atau setara Rp 2 miliar (kurs Rp 15.500).
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Justin Gardiner, perwakilan luar negeri Caterham, dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas. Gardiner secara blak-blakan menyatakan alasan di balik perubahan strategi ini.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Caterham: “Konsumen Amerika Punya Uang”
“Kami telah mengabaikan Amerika sebagai pasar selama 50 tahun, dan itu konyol, karena kalian semua punya uang,” kata Gardiner kepada Car and Driver, seperti yang juga disoroti Mureks. “Kami akan menggarap Amerika dengan sangat serius mulai minggu ini. Kami ingin menjual banyak mobil ini di sana.”
Project V, yang konsepnya telah diperkenalkan lebih dari dua tahun lalu, kini semakin mendekati tahap produksi. Mobil ini dipamerkan di CES Las Vegas dan prototipe fungsionalnya akan debut di Tokyo Auto Salon akhir pekan ini.
Mempertahankan Filosofi Pengemudi Murni
Meskipun beralih ke tenaga listrik, Caterham bertekad mempertahankan etos berkendara murni yang menjadi ciri khasnya. Project V dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang lincah dan responsif, mirip dengan Caterham Seven yang ikonik.
Alih-alih menggunakan tata letak baterai ‘skateboard’ yang umum pada EV lain, Caterham memilih pendekatan yang tidak konvensional. Dua paket baterai 27 kWh berpendingin cairan dari Xing Mobility dipasang di bagian depan dan belakang mobil. Penempatan ini membantu mendistribusikan bobot sedemikian rupa untuk meniru dinamika berkendara Seven.
Motor listrik bertenaga 268 hp yang digunakan pada Project V dipasok oleh Yamaha. Gardiner menjelaskan filosofi di balik desain ini.
“Sementara setiap produsen EV lainnya cenderung menempatkan baterai di skateboard, kami sengaja menempatkan kursi pengemudi sedekat mungkin dengan tanah,” ujar Gardiner. “Sementara setiap produsen mobil lain menginginkan [bobot] semuanya di tengah, kami sengaja mendorongnya ke depan dan belakang, karena begitulah adanya di Seven, dan itulah yang membuat Seven menyenangkan untuk dikendarai. Momentum polar adalah istilahnya, dan kami sengaja menempatkan momentum polar ke dalam mobil ini.”
Prioritas: Performa, Bukan Pengisian Cepat
Sistem baterai Project V didinginkan menggunakan cairan dielektrik, yang membantu mengelola panas saat berkendara agresif. Meskipun kapasitas pengisian daya relatif moderat, yakni 100 kW, Caterham tidak terlalu mengkhawatirkan pengisian ulang yang sangat cepat.
Menurut Mureks, fokus utama adalah seberapa cepat baterai dapat mengeluarkan daya, bukan seberapa cepat ia dapat mengisi ulang. Pembeli yang ditargetkan bukanlah mereka yang memikirkan perjalanan jarak jauh, melainkan mereka yang lebih tertarik untuk memacu mobil di jalanan pedesaan atau sesi lintasan balap.
Project V akan dijual bersamaan dengan Caterham Seven. Namun, Gardiner menekankan bahwa perusahaan perlu “memastikan masa depan” dirinya, bersiap untuk hari ketika mereka tidak lagi dapat memproduksi Seven.
Meskipun belum ada harga pasti untuk pasar AS, Gardiner memperkirakan Project V akan dibanderol sekitar 135.000 dolar AS saat diluncurkan.






