Otomotif

Isuzu Perluas Bisnis Rekondisi Mesin Truk Bekas, Targetkan Pengiriman 8.000 Unit pada 2030

Isuzu Motors mengumumkan rencana ambisius untuk memperluas bisnis rekondisi mesin truk bekas. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperpanjang usia pakai kendaraan niaga sekaligus menjaga siklus penjualan di pasar domestik Jepang yang kompetitif.

Produsen kendaraan niaga terkemuka ini menargetkan peningkatan pengiriman mesin rekondisi hingga 8.000 unit per tahun pada tahun 2030. Angka ini merepresentasikan kenaikan signifikan sekitar 60 persen dibandingkan volume saat ini. Mureks mencatat bahwa Isuzu telah mengirimkan 5.120 mesin rekondisi sepanjang tahun lalu, berdasarkan laporan dari Nikkei Asia.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Pionir Rekondisi Massal di Jepang

Saat ini, Isuzu Motors menjadi satu-satunya pabrikan otomotif di Jepang yang mampu memproduksi ribuan mesin rekondisi secara massal setiap tahun. Seluruh proses rekondisi dilakukan secara internal di pabrik khusus yang berlokasi di Hokkaido, sebuah pendekatan yang relatif langka di industri otomotif global.

Proses rekondisi dimulai dengan pengiriman mesin-mesin rusak dari berbagai wilayah di Jepang ke fasilitas Hokkaido. Di sana, mesin dibongkar total dan setiap komponen dipilah berdasarkan tingkat kelayakan pakainya. Komponen yang masih dapat digunakan akan dibersihkan, diperiksa tingkat keausannya, dan dikerjakan ulang jika diperlukan. Setelah itu, mesin dirakit kembali menggunakan prosedur yang sama seperti produksi mesin baru, serta diuji dengan standar kualitas setara mesin baru sebelum dikirim ke pelanggan.

Untuk mencapai target volume produksi yang lebih tinggi, Isuzu berencana mengimplementasikan otomatisasi dalam proses rekondisi. Perusahaan juga menargetkan peningkatan tingkat pemanfaatan ulang komponen menjadi 60–70 persen, dari posisi saat ini yang berada di kisaran 40–50 persen.

Manfaat dan Sejarah Bisnis Rekondisi Isuzu

Isuzu telah memulai bisnis rekondisi mesin di Hokkaido sejak tahun 2010 dan mengoperasikan pabrik khusus pada tahun 2015. Fasilitas ini memiliki kapabilitas untuk merekondisi mesin truk dari model tahun 1999, mencakup 184 tipe mesin dari 19 model kendaraan.

“Kami bisa merekondisi mesin hingga mendekati kondisi mesin baru,” ujar pimpinan unit bisnis fasilitas Hokkaido.

Biasanya, perbaikan mesin truk dilakukan di bengkel lokal. Namun, untuk kerusakan berat, mesin harus dikirim ke fasilitas khusus yang memerlukan waktu pengerjaan lebih dari satu bulan. Kondisi ini secara langsung berdampak pada pendapatan dan profitabilitas operator truk.

Untuk memangkas waktu henti (downtime) kendaraan, Isuzu menyimpan stok mesin rekondisi di Prefektur Tochigi untuk berbagai model. Dengan sistem ini, truk dapat kembali beroperasi dalam hitungan beberapa hari hingga sekitar dua minggu, jauh lebih cepat dibandingkan perbaikan konvensional.

Kendaraan niaga dikenal menempuh jarak jauh dalam waktu singkat, menyebabkan keausan ekstrem pada mesin, sementara bodi kendaraan sering kali masih sangat layak pakai. Dengan penggantian mesin rekondisi, kendaraan dapat kembali beroperasi secara optimal. Mesin rekondisi juga krusial untuk memperpanjang usia kendaraan khusus seperti ambulans, yang memiliki peralatan mahal dan sulit diganti, bahkan ketika modelnya sudah tidak diproduksi lagi.

“Ketersediaan mesin rekondisi membuat Isuzu menjadi pilihan yang lebih realistis bagi pelanggan,” kata perwakilan pabrik Hokkaido.

Integrasi dengan Kendaraan Berbasis Perangkat Lunak

Di sisi lain, Isuzu juga aktif mengembangkan konsep software-defined vehicle, di mana fungsi kendaraan dapat ditingkatkan melalui pembaruan perangkat lunak setelah penjualan. Strategi ini diyakini mampu memperpanjang siklus hidup kendaraan baru secara signifikan. Jika fitur kendaraan dapat terus ditingkatkan melalui perangkat lunak, maka komponen fisik yang tahan lama menjadi kunci retensi pelanggan.

“Kami bekerja sama dengan tim pengembangan untuk memahami pola keausan komponen,” ujar perwakilan tersebut.

Dengan melambatnya pasar utama di Thailand dan tekanan tarif di Amerika Utara, menjaga dominasi di pasar kendaraan niaga Jepang menjadi semakin krusial bagi Isuzu. Perusahaan berharap bisnis mesin rekondisi ini mampu mempertahankan loyalitas pelanggan sekaligus menjaga pangsa pasar domestik.

Mureks