Aplikasi investasi digital Bibit.id menutup tahun 2025 dengan capaian impresif, mencatat dominasi pertumbuhan investor dari kalangan muda. Sepanjang tahun lalu, jumlah investor berusia di bawah 30 tahun melonjak 24 persen, jauh melampaui pertumbuhan investor di atas 30 tahun yang tercatat 11 persen.
William, Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, mengungkapkan bahwa kinerja positif ini juga terlihat dari realisasi keuntungan. “Hampir 1,2 juta investor Bibit telah merealisasikan keuntungan sepanjang 2025,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Selasa (6/1/2026).
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Selain itu, aplikasi Bibit juga mengalami peningkatan unduhan yang signifikan. Sepanjang 2025, sekitar dua juta investor mengunduh aplikasi ini, naik 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Mureks mencatat bahwa angka ini menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap platform investasi digital.
William menambahkan, “Bibit.id juga mencatat ada lebih dari 1,7 juta portofolio investasi yang sedang dibuat dan dijalankan oleh para investor. Dari angka ini, sebanyak 38.000 portofolio investasi berhasil tercapai.” Angka ini meningkat dari 32.000 tujuan keuangan yang tercapai pada 2024. Portofolio yang berhasil tercapai ini mencerminkan realisasi berbagai tujuan keuangan investor, mulai dari dana pernikahan, pendidikan, pembelian rumah, hingga persiapan pensiun.
Apresiasi OJK dan BEI serta Strategi Investasi SIP
William turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian target pasar modal nasional. “Pertama-tama, kami ingin mengucapkan selamat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) atas tercapainya target 20 juta investor di pasar modal. Ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat menggembirakan karena artinya semakin banyak masyarakat Indonesia yang melek investasi. Selanjutnya, kami ingin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat untuk tumbuh bersama Bibit,” tuturnya.
Dalam upaya mendukung investor mencapai tujuan keuangannya, Bibit memperkenalkan strategi investasi Systematic Investment Plan (SIP). Strategi ini menggabungkan kekuatan the power of compounding dan Dollar Cost Averaging (DCA). Melalui SIP, investor dapat menyetor dana ke reksa dana dengan nominal tetap, jadwal teratur, dan jangka waktu yang disesuaikan dengan tujuan keuangan mereka. Strategi ini sangat efektif untuk perencanaan jangka menengah hingga panjang, seperti target pembelian hunian dalam 10 tahun dengan investasi disiplin dan portofolio terdiversifikasi.
“Di tahun 2025, terdapat hampir 300.000 tujuan keuangan yang sedang direncanakan oleh para investor dengan menggunakan strategi SIP. Artinya, semangat dan konsistensi masyarakat dalam berinvestasi semakin meningkat,” jelas William.
Perkembangan Layanan dan Rekor MURI
Berdiri sejak 2019 sebagai aplikasi investasi reksa dana daring, Bibit terus mengembangkan layanannya. Awalnya, platform ini memungkinkan masyarakat membeli produk reksa dana dengan nilai awal mulai dari Rp 100.000, bahkan Rp 10.000. Seiring waktu, pada 2024, Bibit telah menyediakan akses investasi ke berbagai kelas aset yang lebih luas.
Pilihan investasi tersebut meliputi reksa dana, surat berharga negara (SBN) di pasar primer dan sekunder seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), Sukuk Ritel (SR), Fixed Rate (FR), Project Based Sukuk, hingga saham.
Tahun 2025 juga menjadi saksi pencapaian Bibit melalui Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Bibit meraih rekor untuk kategori Pembukaan Rekening Pasar Modal oleh Aparatur Sipil Negara Terbanyak, dengan 2.025 akun reksa dana terverifikasi dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan pada Oktober 2025.
“Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh kolaborasi dan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Secara khusus, terkait pemecahan rekor MURI, kami berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia Wilayah Aceh, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Aceh, serta Pemerintah Kota Langsa,” tutup William.






