Teknologi

Inovasi CES 2026: Longbow Speedster, Mobil Listrik Performa Tinggi dengan Motor In-Wheel Donut Lab

Jumat, 09 Januari 2026 – Ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas kembali menjadi panggung bagi inovasi otomotif, kali ini dengan kehadiran Longbow Motors. Startup kendaraan listrik (EV) asal Inggris ini memamerkan Speedster, mobil performa tinggi yang menjanjikan pengalaman berkendara berbeda berkat penggunaan motor in-wheel canggih dari Donut Lab. Dengan bobot hanya 2.200 pon atau sekitar 998 kilogram, Speedster berhasil menarik perhatian sebagai salah satu EV teringan di kelasnya, bahkan lebih ringan dari Mazda Miata yang dikenal sebagai raja roadster ringan.

Teknologi kunci di balik keringanan dan performa Speedster adalah motor in-wheel dari Donut Lab. Perusahaan ini merupakan spin-off dari Verge Motorcycles, yang sebelumnya sukses memperkenalkan motor listrik hub-less dengan estetika ala Tron. Kini, Donut Lab memperluas jangkauan motornya ke berbagai platform, mulai dari skuter hingga truk heavy-duty, memfasilitasi adopsi mudah bagi startup elektrifikasi. Mureks mencatat bahwa inovasi motor in-wheel ini membuka potensi besar dalam desain dan efisiensi kendaraan listrik masa depan.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Longbow Motors membawa Speedster ke CES 2026 dan memajangnya di booth Donut Lab. Co-founder Daniel Davey dan Mark Tapscott, yang bersama Jenny Keisu mendirikan Longbow setelah berkarir di Tesla dan Lucid, mengungkapkan visi mereka untuk menciptakan tampilan klasik namun modern dan menarik. Speedster hadir tanpa atap dan bahkan tanpa kaca depan, menjadikannya pilihan bagi para penggemar berkendara terbuka yang paling berkomitmen. Sementara itu, versi Roadster yang dilengkapi atap kaca menawarkan sedikit perlindungan lebih.

Interior Speedster dirancang sangat minimalis, sebuah penolakan tegas terhadap tren layar sentuh yang mendominasi mobil-mobil modern. Meskipun detail panel instrumen dan kontrol utama masih dirahasiakan, desainnya menekankan kesederhanaan ekstrem. Satu fitur interior yang tampak tidak biasa adalah tuas persneling. Mengingat EV jarang memiliki transmisi, fungsi tuas ini masih menjadi misteri. Baik Davey maupun Tapscott enggan mengkonfirmasi fungsinya, namun spekulasi mengarah pada kemungkinan simulasi perpindahan gigi, mirip dengan yang ditemukan pada Hyundai Ioniq 5 N.

Motor direct-drive Donut Lab yang terpasang langsung di dalam roda tidak hanya memberikan tampilan khas, tetapi juga membebaskan ruang di dalam sasis kendaraan, membantu menjaga dimensi mobil tetap ringkas. Namun, penempatan motor di tepi luar kendaraan menambah bobot pada bagian tersebut, yang berarti suspensi harus bekerja lebih keras. Mark Tapscott, salah satu co-founder, menegaskan, “the positives outweigh the negatives, and that the handling benefits of having multiple motors alone are worth it.

Untuk menjaga bobot Longbow tetap terpusat, mobil ini menggunakan paket baterai yang dipasang secara vertikal di sepanjang bagian tengah sasis, bukan tersebar di lantai. Penempatan ini tidak hanya memusatkan massa kendaraan tetapi juga memungkinkan posisi duduk yang sangat rendah, ideal untuk mobil performa tinggi. Meskipun output daya pasti dari motor Donut Lab belum dikonfirmasi, Speedster diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 60 mph (sekitar 96 km/jam) hanya dalam 3,5 detik, performa yang setara dengan supercar.

Performa luar biasa ini tentu datang dengan harga yang tidak murah. Speedster dibanderol mulai dari £84.995, atau sekitar $100.000 dengan kurs saat ini. Sementara itu, Roadster sedikit lebih terjangkau dengan harga £64.995, atau sekitar $75.000. Namun, tim redaksi Mureks mengingatkan bahwa dengan kondisi tarif internasional yang fluktuatif saat ini, harga aktual saat produksi dimulai akhir tahun ini kemungkinan akan lebih tinggi. Pemesanan sudah dibuka melalui situs web perusahaan, dan versi setir kiri akan tersedia serta sepenuhnya legal untuk jalan raya di Amerika Serikat.

Mureks