Nasional

Inisiatif Mahasiswa KKN UAD Atasi Krisis Sampah Yogyakarta dari Tingkat Rumah Tangga

Krisis pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menjadi sorotan publik, terutama dengan rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan per 1 Januari 2026. Kondisi ini menuntut solusi konkret yang dimulai dari level paling mendasar: rumah tangga.

Menanggapi urgensi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit III.B.3 mengambil inisiatif. Mereka berkolaborasi dengan perangkat kelurahan, Pemuda Trisna Taruna, dan warga RW 13 Kampung Gambiran, Kelurahan Pandeyan, Umbulharjo, untuk menggelar acara “Grebeg Sampah Kampung Gambiran” pada Minggu, 9 November 2025.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Edukasi Komprehensif Melalui Pendekatan Door-to-Door

Kegiatan ini berfokus pada edukasi pengelolaan sampah yang komprehensif, mencakup pemilahan sampah organik, anorganik, serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) secara aman dan bertanggung jawab. Pendekatan yang digunakan tidak hanya sosialisasi satu arah, melainkan kunjungan dari rumah ke rumah atau door-to-door.

Metode ini memungkinkan pendataan kebiasaan pengelolaan sampah di setiap rumah tangga, sehingga permasalahan dapat dipetakan secara spesifik dan solusi yang diberikan lebih relevan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mendapatkan hasil maksimal dalam mengubah perilaku masyarakat.

Acara “Grebeg Sampah Kampung Gambiran” turut dihadiri oleh masyarakat setempat, Lurah Pandeyan, dan perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka secara langsung memantau dan mendampingi mahasiswa KKN serta remaja taruna dalam berinteraksi dengan warga.

Dalam sambutannya, Lurah Pandeyan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. “Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin antara mahasiswa, masyarakat, dan pemuda,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. “Acara ini tidak boleh berhenti saat pelaksanaan KKN saja, tetapi harus menjadi kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan BPBD menyoroti aspek mitigasi bencana. Menurutnya, “pengelolaan sampah yang efektif merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana alam, pencegahan penyakit menular, dan ketidaknyamanan lingkungan.”

Tantangan dan Solusi Inovatif: Budidaya Maggot

Dari pantauan Mureks, terungkap bahwa banyak warga sebenarnya memiliki kepedulian terhadap lingkungan, namun terkendala oleh kurangnya pengetahuan, keterbatasan waktu, dan minimnya fasilitas. Berdasarkan temuan ini, mahasiswa KKN UAD memberikan edukasi yang sederhana, relevan, dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah.

Salah satu materi yang menarik perhatian warga adalah pengenalan budidaya maggot (larva Hermetia illucens) sebagai solusi efektif untuk mengolah sampah organik. Untuk mendorong praktik ini, mahasiswa KKN UAD Unit III.B.3 bahkan memberikan bayi maggot secara gratis kepada warga yang menunjukkan minat, sebagai langkah awal implementasi.

Lebih dari sekadar kegiatan lingkungan, “Grebeg Sampah Kampung Gambiran” menunjukkan peran vital mahasiswa KKN UAD sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Pendekatan partisipatif dan humanis yang mereka terapkan berhasil membuka ruang komunikasi yang efektif, menjadikan edukasi terasa tumbuh dari kebutuhan bersama, bukan sekadar ceramah.

Inisiatif dari Kampung Gambiran ini membuktikan bahwa upaya menuju Yogyakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara kolektif. Kerja sama ini menegaskan bahwa solusi masalah sampah tidak selalu harus menunggu instruksi dari pihak atas, melainkan dapat dimulai dari gerakan akar rumput yang berkelanjutan dan penuh inovasi.

Mureks