Keuangan

IHSG Menguat 22,13% di 2025, Rupiah Justru Melemah 4%: Ini Proyeksi Pasar Keuangan 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan signifikan sepanjang tahun 2025, ditutup di level 8.600-an dengan kenaikan 22,13% secara year-to-date. Kinerja positif ini menjadi sorotan di tengah dinamika pasar keuangan regional.

Analisis Kinerja Pasar Saham dan Obligasi 2025

Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich, menilai bahwa “kinerja pasar saham RI sangat baik dengan total return mencapai 27% ditopang dividen yield hingga 5%.” Menurut Farash, performa ini cukup mengejutkan karena didorong oleh saham-saham menengah, saham lapis bawah, dan saham konglomerat. Sementara itu, saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps justru cenderung “lagging” dalam memberikan kontribusi.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Selain pasar saham, sektor obligasi juga menunjukkan performa yang menggembirakan. Pasar uang dan obligasi tenor pendek menjadi primadona dengan mencatatkan kinerja paling cemerlang sepanjang tahun 2025.

Tantangan Rupiah dan Proyeksi 2026

Berbeda dengan pasar saham dan obligasi, nilai tukar Rupiah menghadapi tantangan tersendiri. Saat mayoritas mata uang negara berkembang (emerging market) menguat positif terhadap dolar AS, Rupiah justru melemah hingga 4%.

Namun, harapan muncul untuk tahun 2026. Farash Farich memproyeksikan pelemahan Rupiah akan “jauh terbatas” di tahun mendatang. Mureks mencatat bahwa sentimen global dan kebijakan moneter domestik akan menjadi faktor kunci yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan Indonesia di tahun 2026.

Analisis mendalam mengenai pergerakan pasar keuangan RI di tahun 2026 serta sentimen yang akan memengaruhinya telah dibahas dalam dialog Syarifah Rahma dengan Farash Farich di program Squawk Box, CNBC Indonesia, pada Jumat, 02 Januari 2026.

Mureks