Keuangan

IHSG Kembali Cetak Rekor Tertinggi Baru di Level 8.944,81, Didorong Saham Komoditas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor penutupan tertinggi baru pada Rabu (7/1/2026). Indeks utama Bursa Efek Indonesia ini menguat terbatas 0,13% dan parkir di level 8.944,81.

Pergerakan positif IHSG pada perdagangan kemarin ditopang oleh kinerja sejumlah saham berbasis komoditas. Saham DSSA melonjak 5,12%, ANTM melesat 11,59%, serta AMMN menguat 2,90%.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Namun, tekanan jual juga terlihat pada beberapa saham. BRMS tercatat turun 4,28%, COIN melemah tajam 11,31%, dan BRPT terkoreksi 3,17%.

Dari sisi aliran dana, investor asing masih menunjukkan kepercayaan terhadap pasar domestik. Mereka membukukan aksi beli bersih sebesar Rp229,83 miliar di pasar reguler. Secara keseluruhan di seluruh pasar, nilai beli bersih asing tercatat Rp201,16 miliar.

Kinerja Sektoral dan Aksi Korporasi

Secara sektoral, hanya lima dari sebelas sektor yang berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau. Sektor industri mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,40%, sementara sektor transportasi menjadi yang terlemah dengan penurunan 1,83%.

Dalam perkembangan korporasi, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) secara resmi melepas bisnis teh “Sariwangi” kepada Savoria Kreasi Rasa, sebuah afiliasi dari Grup Djarum. Nilai transaksi pelepasan ini mencapai Rp1,50 triliun, dengan penyelesaian transaksi ditargetkan pada awal Maret 2026.

Manajemen UNVR menilai pelepasan ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja operasional perseroan. Hal ini mengingat kontribusi Sariwangi yang relatif kecil terhadap pendapatan, laba bersih, dan aset perusahaan. Mureks mencatat bahwa nilai transaksi tersebut setara sekitar 45% dari ekuitas UNVR berdasarkan laporan keuangan periode sembilan bulan 2025 dan tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) telah merealisasikan pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp429,99 miliar. Jumlah saham yang dibeli kembali mencapai 790,69 juta lembar pada kisaran harga Rp430–645 per saham.

Realisasi buyback ini setara dengan 45,20% dari total dana yang dialokasikan sebesar Rp950 miliar. Sisa dana sekitar Rp520 miliar masih dapat digunakan hingga 19 Februari 2026. Aksi ini turut menurunkan jumlah saham beredar sekitar 1,94% dari sebelumnya 40,69 miliar saham.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Berikut adalah beberapa rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini, Kamis (8/1/2026), yang dihimpun dari Mega Capital Sekuritas:

  • AADI: Buy 7275-7350 | TP 7450-7600 | SL 6950
  • GGRM: Buy 14800-14900 | TP 15250-15675 | SL 14050
  • KRAS: Buy 340-346 | TP 354-362 | SL 320
  • AUTO: Buy 2730-2760 | TP 2800-2890 | SL 2580
  • UNIQ: Buy 324-328 | TP 334-342 | SL 304

Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Referensi penulisan: www.cnbcindonesia.com

Mureks