Keuangan

Goldman Sachs Akhiri Ekspansi Konsumen, Serahkan Bisnis Kartu Kredit Apple ke JPMorgan Chase

JPMorgan Chase & Co. secara resmi akan mengambil alih kemitraan kartu kredit Apple Inc. dari Goldman Sachs Group Inc., menandai berakhirnya ekspansi mahal Goldman Sachs di sektor keuangan konsumen. Kedua raksasa keuangan ini mengumumkan bahwa proses pengalihan portofolio kartu kredit Apple akan memakan waktu sekitar dua tahun ke depan.

Langkah ini diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi Goldman Sachs. Perusahaan memproyeksikan peningkatan laba per saham (EPS) sebesar 46 sen pada kuartal IV/2026. Selain itu, Goldman Sachs dapat melepaskan cadangan kerugian kredit senilai US$2,48 miliar atau setara Rp41,75 triliun (kurs Jisdor Rp16.834,00).

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Namun, pelepasan cadangan tersebut akan diimbangi oleh penurunan pendapatan bersih sebesar US$2,26 miliar atau sekitar Rp38,04 triliun. Penurunan ini berasal dari penyesuaian nilai portofolio pinjaman kartu kredit yang masih berjalan serta penghentian kewajiban kontraktual. Goldman Sachs juga memperkirakan adanya biaya terkait lainnya sebesar US$38 juta atau setara Rp639,69 miliar.

CEO Goldman Sachs, David Solomon, menegaskan bahwa pihaknya akan tetap memberikan dukungan penuh kepada nasabah selama masa transisi ke penerbit kartu yang baru. Solomon juga menyatakan bahwa perusahaan akan kembali memfokuskan diri pada bisnis inti perseroan, seperti perbankan investasi, pasar keuangan, dan manajemen aset.

Pengumuman ini sejatinya telah banyak diantisipasi, mengingat Goldman Sachs telah menunjukkan sinyal mundur dari bisnis perbankan konsumen. Catatan Mureks menunjukkan, strategi ekspansi ke sektor ini sebelumnya sempat menuai keraguan dari pemegang saham dan karyawan. Analis RBC Capital Markets bahkan mencatat bahwa sejak awal 2020, Goldman Sachs telah mengalami kerugian lebih dari US$7 miliar atau setara Rp117,84 triliun sebelum pajak dari bisnis pinjaman konsumen.

Di sisi lain, Apple tetap konsisten dalam mengembangkan layanan keuangan yang berfokus pada konsumen dan saat ini masih mendominasi pasar dompet digital. Perusahaan teknologi asal Cupertino, California, itu menilai JPMorgan sebagai mitra yang tepat untuk melanjutkan inovasi. Apple juga menegaskan bahwa Mastercard Inc. akan tetap menjadi mitra jaringan pembayaran untuk kartu kredit Apple.

Allison Beer, Kepala Divisi Kartu dan Connected Commerce JPMorgan, menyambut baik kemitraan ini. “Kami menilai Apple sebagai merek ikonik yang dikenal secara global karena inovasi, desain unggulan, dan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” ujarnya.

Sebelum mencapai kesepakatan dengan JPMorgan, Apple sempat berdiskusi dengan sejumlah calon mitra pemberi pinjaman lain, termasuk Synchrony Financial dan Capital One Financial Corp. Sumber yang mengetahui transaksi ini menyebutkan bahwa kesepakatan dengan JPMorgan mencakup saldo kartu kredit sekitar US$20 miliar atau setara Rp336,68 triliun, dengan potongan nilai lebih dari US$1 miliar atau Rp16,83 triliun. Informasi mengenai kesepakatan ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal pada Rabu waktu setempat.

Mureks