Republik Islam Iran kembali dilanda gelombang protes besar-besaran yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir. Demonstrasi yang dipicu oleh krisis ekonomi dan anjloknya nilai tukar mata uang ini berujung pada kerusuhan berdarah di sejumlah provinsi.
Menurut pantauan Mureks, situasi di Iran memanas sejak Jumat, 02 Januari 2026, menyusul memburuknya kondisi perekonomian negara tersebut. Masyarakat turun ke jalan menyuarakan kekecewaan atas kebijakan pemerintah yang dinilai gagal mengatasi masalah inflasi dan daya beli.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Krisis ekonomi yang berkepanjangan menjadi pemicu utama amuk massa. Merosotnya nilai tukar mata uang Iran secara signifikan telah memperparah beban hidup warga, memicu kemarahan publik yang kemudian terekspresi dalam bentuk demonstrasi massal.






