Gelombang dingin intens melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Pusat Meteorologi Nasional (National Centre for Meteorology/NCM) melaporkan penurunan suhu signifikan, bahkan mencapai titik nol derajat Celsius di sejumlah daerah bagian utara Kerajaan pada Rabu, 07 Januari 2026.
Menurut laporan NCM yang dikutip dari Gulf News, suhu diperkirakan akan terus menurun disertai angin kencang seiring menguatnya gelombang dingin. Kondisi ekstrem ini diprediksi akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, mempengaruhi sebagian besar wilayah Arab Saudi.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Sejumlah Wilayah Terdampak Gelombang Dingin
NCM mengonfirmasi bahwa penurunan suhu terjadi di berbagai wilayah penting, termasuk Makkah dan Madinah, Tabuk, Al Jouf, Perbatasan Utara, Hail, Al Qassim, Riyadh, hingga Provinsi Timur. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi cuaca dingin, terutama pada pagi dan malam hari.
Wilayah barat laut Tabuk menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling tajam. Pada Minggu pagi sebelumnya, suhu di kawasan terbuka dan dataran tinggi di Tabuk turun drastis hingga memicu terbentuknya embun beku. Fenomena ini menjadi indikasi kuat dari intensitas gelombang dingin yang terus mempengaruhi wilayah utara Arab Saudi.
Prakiraan menunjukkan suhu di Tabuk masih berpotensi turun lebih jauh, disertai angin kencang yang dapat meningkatkan efek dingin yang dirasakan. Kondisi serupa juga diperkirakan bertahan di wilayah terdampak lainnya.
Suhu Terendah Capai Nol Derajat Celsius
Mureks mencatat bahwa NCM melaporkan sejumlah provinsi mencatat suhu terendah di Arab Saudi pada Minggu. Kota Arar, Qurayyat, dan Turaif masing-masing mencatat suhu nol derajat Celsius, menjadikannya wilayah terdingin di Kerajaan selama gelombang dingin berlangsung.
Selain itu, suhu di Rafha tercatat turun hingga tiga derajat Celsius, sementara Sakaka berada di kisaran empat derajat Celsius. Kedua wilayah ini masuk dalam daftar daerah dengan suhu terendah selama periode cuaca ekstrem ini.
Gelombang dingin juga berdampak pada dua kota suci, Makkah dan Madinah. Meskipun tidak mencatat suhu terendah secara nasional, kedua kota ini mengalami penurunan suhu yang cukup signifikan, terutama pada malam dan dini hari.
Berdasarkan prakiraan meteorologi, suhu malam hari di Makkah diperkirakan berada di kisaran 7-10 derajat Celsius, sementara Madinah pada rentang 8-11 derajat Celsius. Angin aktif yang bertiup di kedua wilayah tersebut membuat suhu terasa lebih dingin dibandingkan angka yang tercatat secara resmi. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi penduduk setempat maupun jemaah umrah, karena perubahan suhu yang cepat dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan, terutama saat beribadah di area terbuka.
Kondisi Cuaca Terkini dan Prakiraan Maritim
Merujuk prakiraan cuaca terbaru yang dilansir Saudi Press Agency pada Selasa (6/1/2026), NCM melaporkan potensi hujan ringan di beberapa bagian wilayah Madinah. Hujan ini juga disertai angin berdebu yang melanda wilayah Madinah serta bagian timur Makkah, Al-Baha, dan wilayah Aseer. Sementara itu, di bagian utara wilayah timur Saudi, kabut diperkirakan akan terbentuk pada malam hari hingga dini hari.
Kondisi cuaca maritim di wilayah Laut Merah dan Teluk Arab diperkirakan relatif stabil. Kecepatan angin sedang dan tinggi gelombang masih dalam batas aman untuk aktivitas pelayaran.
Di wilayah Laut Merah, angin diperkirakan bertiup dari arah timur laut hingga barat laut di bagian utara dan tengah. Sementara itu, di bagian selatan, angin bergerak dari arah tenggara hingga selatan. Kecepatan angin berkisar antara 20 hingga 40 kilometer per jam, dengan tinggi gelombang diperkirakan satu hingga dua meter, menjadikan kondisi laut relatif tenang.
Adapun di perairan Teluk Arab, angin diprakirakan bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan antara 15 hingga 45 kilometer per jam. Gelombang laut diperkirakan berkisar antara setengah meter hingga dua meter, dengan kondisi perairan dari tenang hingga bergelombang.
Menurut prakiraan iklim musiman yang dikeluarkan NCM, Arab Saudi akan memulai tahun 2026 dengan curah hujan di atas rata-rata di sejumlah wilayah pada Januari ini.






