Geely, produsen otomotif raksasa asal Tiongkok, resmi meluncurkan sistem bantuan mengemudi generasi terbarunya yang diberi nama G-ASD dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, Kamis (08/01/2026). Sistem canggih ini dikembangkan oleh Afari Technology, anak perusahaan Geely yang juga didukung oleh Mercedes-Benz.
Peluncuran G-ASD menandai era baru dalam teknologi mengemudi cerdas Geely, yang sebelumnya dikenal dengan nama G-Pilot. Sistem ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih otonom dan aman, dengan fokus pada kemampuan refleksi diri dan evolusi berbasis World Action Model (WAM).
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Pengembangan dan Dukungan Mercedes-Benz
Afari Technology, pengembang utama G-ASD, berlokasi di Chongqing, Tiongkok, dan merupakan bagian dari Lifan Group milik Geely. Perusahaan ini secara khusus berfokus pada strategi “AI+Auto” untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam industri otomotif.
Dukungan signifikan datang dari pabrikan otomotif mewah Jerman, Mercedes-Benz, yang belum lama ini mengakuisisi 3 persen saham Afari Technology. Investasi ini bernilai 1,34 miliar yuan atau sekitar 192 juta USD, menunjukkan kepercayaan terhadap potensi teknologi yang dikembangkan Afari.
Evolusi dari G-Pilot ke G-ASD
Sebelumnya, Afari Technology memperkenalkan sistem bantuan mengemudi yang dikenal sebagai G-Pilot, dengan lima varian cerdas: H1, H3, H5, H7, dan H9. Namun, pada 6 Januari 2026, Geely mengumumkan pembaruan signifikan, menandai era 2.0 dari teknologi tersebut.
Sistem ini kini mengadopsi nama baru, G-ASD, singkatan dari Geely Afary Smart Driving. Perubahan nama ini juga bertepatan dengan adopsi World Action Model (WAM) sebagai fondasi teknologi utamanya, yang diklaim memiliki kemampuan refleksi diri dan evolusi.
Spesifikasi Perangkat Keras dan Target Fungsionalitas
Perangkat keras yang digunakan pada sistem G-ASD tetap sama persis dengan pendahulunya, G-Pilot. Mureks mencatat bahwa varian G-ASD H7 dilengkapi dengan 31 sensor dan chip Nvidia Drive Thor, yang menawarkan daya komputasi impresif sebesar 700 TOPS (Tera Operations Per Second).
Sementara itu, varian G-ASD H9 bahkan lebih canggih, mengadopsi dua SoC (System on Chip) Thor untuk mencapai daya komputasi 1.400 TOPS. Dengan kapabilitas ini, Geely menargetkan peluncuran fungsi mengemudi otonom Level 3 (L3) untuk kecepatan tinggi dan Level 4 (L4) untuk kecepatan rendah pada tahun ini, yang memungkinkan operasional robotaxi.
World Action Model (WAM): Otak di Balik G-ASD
WAM dibangun di atas sistem AI 2.0 domain Geely dengan arsitektur teknis berbasis platform yang terstandarisasi. Manfaat utama dari model ini meliputi konten modulus, pengalaman yang lebih otonom, dan produk yang kolaboratif. WAM juga memastikan pemahaman yang konsisten tentang jarak, kecepatan, perilaku objek, dan akal sosial yang mirip dengan manusia.
Model ini memungkinkan mobil untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk data web, data interaksi kokpit, dan data bus CAN. Dengan data tersebut, mobil dapat melakukan tindakan di area kontrol powertrain, kontrol sasis dan driveline, kontrol bodi dan elektronik, serta kontrol kokpit. Model berbasis cloud ini memiliki lebih dari 100 miliar parameter.
Fitur Unggulan: Parkir D2D
Salah satu fitur terbaru yang disematkan dalam G-ASD adalah parkir D2D (Door-to-Door). Fitur ini memungkinkan mobil untuk secara otomatis menavigasi melalui garasi parkir bawah tanah di berbagai lantai dan bundaran. Tak hanya itu, sistem ini juga mampu mengenali gerbang jalan raya dan gerbang tempat parkir, memberikan kemudahan maksimal bagi pengemudi.
Model Lynk & Co 900 akan menjadi mobil pertama yang mengadopsi sistem G-ASD ini, menandai langkah awal Geely dalam mengimplementasikan teknologi mengemudi cerdas generasi terbarunya ke pasar global.





