Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan memulai pembongkaran tiang-tiang monorel yang terbengkalai di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai pekan depan. Rencana ini disambut positif oleh warga dan pengguna jalan yang sehari-hari beraktivitas di sekitar area tersebut.
Menurut pantauan Mureks pada Rabu (7/1/2026), keberadaan tiang monorel yang telah mangkrak bertahun-tahun ini dinilai menimbulkan berbagai masalah. Mulai dari mengganggu estetika kota hingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Warga Keluhkan Gangguan dan Potensi Kecelakaan
Iqbal, seorang warga setempat, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembongkaran. “Bagus, nanti enggak mengganggu jalan umum. Ya bagus lah kalau memang mau dibongkar,” ujarnya.
Senada, warga lain yang enggan disebutkan namanya juga menilai proyek monorel yang tidak pernah difungsikan ini sebagai pemborosan ruang publik. “Buat masyarakat ya (tiang monorel) mengganggu aja, tidak ada fungsinya. Sayang kan jadi mubazir ada di situ. Fungsinya kan gak ada, akan lebih bagus lagi kalau dimanfaatkan. Kalau dibongkar kan jalanan makin lancar,” katanya.
Kekhawatiran lebih serius datang dari Heri (57), seorang petugas keamanan di kawasan Rasuna Said. Ia menyebut tiang-tiang tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan dan mengaku pernah mendengar insiden kecelakaan. “Pernah ngomong katanya ada mobil yang nabrak, metro mini mungkin,” ungkap Heri.
Deni (37), seorang pekerja di area tersebut, juga membagikan pengalamannya melihat kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor akibat tiang monorel. “Karena waktu itu pernah kejadian di depan situ orang nabrak gituan tuh (tiang monorel), naik motor. Cuma yang sebelah sono. Mungkin ngantuk kali ya, jadi nabrak,” tuturnya.
Deni menambahkan kekhawatirannya terhadap kondisi besi-besi tiang monorel yang menonjol. “Kita mengkhawatirkan besinya itu, itu kan banyak yang melintang, ada yang jatuh gitu. Emang besi gak salah ya, tapi kan orang namanya ngantuk apa terus ada yang nabrak, besinya nonjol jadi ketusuk gitu,” jelasnya.
Amdan (24), pengemudi ojek online yang rutin melintasi Jalan Rasuna Said, turut mengeluhkan tiang-tiang tersebut. “Sebenernya mengganggu sih, seharusnya mending dipretelin. Pemandangannya gimana gitu, jelek aja,” ucap Amdan.
Ia berharap pembongkaran dapat segera direalisasikan agar Jalan Rasuna Said kembali rapi dan nyaman untuk dilalui. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa proyek monorel ini telah lama menjadi sorotan publik akibat statusnya yang mangkrak dan dampak negatifnya terhadap lingkungan kota.
