GORONTALO – Penjualan emas batangan dan perhiasan di Galeri 24 Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025 dibandingkan periode sebelumnya di tahun 2024. Lonjakan ini terjadi di tengah kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga emas di masa mendatang.
Manajer Galeri 24 Gorontalo, Findi Purba, mengungkapkan bahwa minat beli masyarakat sangat tinggi. “Khusus pembelian emas batangan dan perhiasan di Galeri 24 Gorontalo dari awal tahun 2025 sudah cukup besar, bahkan tercapai untuk target bulanan hingga akhir tahun,” ujar Findi di Gorontalo, Rabu (31/12/2025).
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Secara regional, Galeri 24 Regional Manado yang membawahi gerai di Manado, Bitung, Gorontalo, Palu, Sorong, dan Jayapura, mencatat peningkatan penjualan emas batangan yang substansial. Pada tahun 2024, total penjualan mencapai 198,595 kilogram, kemudian melonjak menjadi 319 kilogram pada tahun 2025. Mureks mencatat bahwa angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam investasi emas di wilayah tersebut.
Findi menambahkan, saat ini para pembeli tidak lagi terlalu mempermasalahkan harga. Mereka justru “berlomba-lomba untuk membeli emas batangan karena khawatir harga akan semakin naik.” Fenomena ini mengindikasikan bahwa emas semakin dianggap sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.
Untuk penjualan perhiasan, Findi menjelaskan bahwa stok di awal tahun 2025 sempat mengalami keterlambatan. Namun, “saat akhir tahun perhiasan naik drastis,” katanya. Penjualan emas batangan di Galeri 24 Gorontalo sendiri pada tahun 2025 telah mencapai puluhan kilogram, dengan rata-rata lebih dari 2 kilogram per bulan. Sementara itu, penjualan perhiasan telah melampaui target, mencapai 104 persen dari yang ditetapkan.
Proyeksi Harga Emas 2026 dan Fungsi Emas sebagai Penyeimbang Kekayaan
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil V Manado, Pratikno, sebelumnya telah memaparkan tiga skenario kunci yang akan memengaruhi harga emas pada tahun 2026. “Yang pertama yaitu tingkat suku bunga The Fed, dinamika Geopolitik dunia dan nilai tukar Dolar AS,” ucap Pratikno.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran emas sebagai instrumen penyeimbang. Menurut Pratikno, emas “berfungsi sebagai instrumen penyeimbang yang melindungi nilai kekayaan.” Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa emas tetap menjadi pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat untuk menjaga nilai aset mereka dari fluktuasi ekonomi.






