Tren

Francesco Bagnaia Ungkap Tantangan Pengereman Tikungan MotoGP: Efek Slipstream Jadi Biang Kerok

Pebalap andalan Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, menghadapi tantangan serius dalam teknik pengereman saat memasuki tikungan di MotoGP 2025. Gaya pengereman keras yang dulu menjadi senjatanya kini justru berubah menjadi kelemahan, terutama saat berhadapan dengan efek slipstream.

Bagnaia, yang dikenal mampu mengerem motor dalam kondisi miring, mengakui bahwa kemampuan krusial tersebut telah hilang sepanjang musim ini. Padahal, teknik ini menjadi kunci performanya saat masih menunggangi Ducati generasi sebelumnya.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

“Pengereman lurus sebenarnya sangat mirip,” kata Bagnaia, dikutip dari Crash, Jumat (9/1/2026). “Tetapi perbedaan terbesar ada saat masuk tikungan. Dulu saya punya kemampuan untuk menghentikan motor sambil tetap dalam kondisi miring, dan itu adalah sesuatu yang hilang sepanjang musim ini.”

Situasi ini semakin rumit ketika ia berada di belakang pebalap lain. Efek slipstream, menurutnya, menghambat penerapan teknik pengereman khasnya, yang justru menjadi penentu performa dalam kondisi tersebut.

“Terutama ketika mengikuti pebalap lain. Ketika mengikuti pebalap lain, slipstream tidak membantu Anda untuk menghentikan motor,” ungkap juara dunia MotoGP tersebut. “Ketika saya tidak bisa menghentikan motor dengan sudut kemiringan, saya habis. Jadi, itulah masalah saya.”

Kehilangan kemampuan ini berdampak pada kepercayaan dirinya terhadap bagian depan motor, yang berujung pada performa yang tidak konsisten sepanjang musim 2025. Catatan Mureks menunjukkan bahwa adaptasi terhadap perubahan karakteristik motor dan dinamika balapan menjadi kunci bagi pebalap top untuk mempertahankan konsistensi performa.

Bagnaia membandingkan dengan musim sebelumnya, di mana ia masih memiliki kontrol penuh atas teknik pengeremannya. “Musim lalu (2024) saya masih bisa mengerem dengan sudut kemiringan yang lebih besar. Saya bisa mengontrol banyak slide dan memaksa motor lebih keras di bagian akhir untuk mengurangi kecepatan,” jelas pebalap jebolan VR46 Academy ini. “Semua hal itu pada musim 2025 biasanya tidak bisa saya lakukan.”

Mureks