Pelatih Aston Villa, Unai Emery, memberikan klarifikasi terkait keputusannya untuk tidak bersalaman dengan manajer Arsenal, Mikel Arteta, setelah timnya menelan kekalahan telak 1-4 dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Emirates pada Selasa malam. Insiden pascapertandingan ini menjadi sorotan, terutama setelah Villa dibantai oleh pemuncak klasemen.
Klarifikasi Unai Emery Mengenai Insiden
Emery berdalih bahwa suasana di tepi lapangan terasa “dingin” seusai pertandingan, sehingga ia memilih langsung menuju lorong stadion. “Ini sederhana,” ujar Emery saat dimintai keterangan mengenai insiden tersebut. Ia melanjutkan, “Setelah pertandingan selesai, rutinitas saya selalu cepat: bersalaman, lalu bersama staf dan pemain menuju ruang ganti.”
Pantau terus artikel terbaru dan terupdate hanya di mureks.co.id!
Emery juga menambahkan penjelasannya kepada Sky Sports. “Biasanya rutinitas saya adalah mendatangi pelatih lawan, bersalaman, lalu masuk. Jika dia tidak melakukan hal yang sama, saya tidak bisa terus menunggu… apalagi saat itu dingin.” Menurut Mureks, pernyataan Emery ini menekankan pada kebiasaan pribadinya yang ingin segera masuk ke ruang ganti tanpa menunggu terlalu lama dalam kondisi yang tidak nyaman.
Tanggapan Mikel Arteta dan Hasil Pertandingan
Mikel Arteta, yang pernah menggantikan Emery sebagai pelatih Arsenal, meredam isu tersebut. “Kalian melihatnya sendiri, tapi tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja. Itu bagian dari sepak bola dan sama sekali bukan hal yang tidak biasa,” ujarnya.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Aston Villa dalam perburuan gelar juara Liga Inggris pertama mereka sejak 1981. Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan lima poin atas Manchester City di posisi kedua, serta enam poin di depan Aston Villa yang kini berada di peringkat ketiga. Bagi klub asal Birmingham, hasil ini sekaligus merusak ambisi besar mereka di musim ini.
Arsenal memastikan kemenangan lewat gol-gol babak kedua dari Gabriel, Martin Zubimendi, Leandro Trossard, dan Gabriel Jesus. Villa hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Ollie Watkins pada masa injury time. Kekalahan ini juga mengakhiri laju impresif Villa, yang sebelumnya menyamai rekor klub dengan 11 kemenangan beruntun.
Kebahagiaan Arteta Atas Performa Tim
Di sisi lain, Arteta menyatakan kebahagiaannya atas performa timnya. “Saya sangat bahagia,” kata Arteta. “Villa adalah tim yang luar biasa, sangat sulit dihadapi. Kami tahu akan ada fase-fase sulit dalam pertandingan.”
Ia menambahkan, “Kami berbicara tentang betapa menuntutnya laga ini secara emosional. Kami kesulitan di 10 menit awal, lalu beradaptasi dan mulai mengontrol permainan. Kami belum mencetak gol di babak pertama, tetapi di babak kedua semuanya berjalan sesuai rencana.” Kemenangan atas Villa ini menjadi pernyataan tegas kekuatan Arsenal, menjelang laga Manchester City melawan Sunderland pada hari Kamis mendatang.






