Tren

Inovasi Generasi Muda: SATU Indonesia Awards 2025 Apresiasi Solusi Berkelanjutan di Berbagai Bidang

Ajang penyelenggaraan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2025 kembali digelar sebagai wadah apresiasi bagi generasi muda yang aktif menciptakan solusi berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bukti komitmen Astra dalam mendorong peran aktif di berbagai sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan visi perusahaan dalam mendukung potensi anak bangsa. “Astra percaya, ketika generasi muda diberi ruang dan kepercayaan, mereka mampu menjadi penggerak solusi yang relevan bagi masyarakat sekaligus fondasi penting bagi pembangunan Indonesia ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dapatkan berita menarik lainnya di mureks.co.id.

Inovasi Kesehatan dari Sumatera Utara: Medsense Persempit Kesenjangan Akses Ilmu Medis

Alvin Henri dari Sumatera Utara, salah satu penerima apresiasi di bidang kesehatan, memulai inisiatifnya dari pengalaman pribadi selama menempuh pendidikan kedokteran. Ia mengamati adanya kesenjangan signifikan dalam akses pembelajaran antara mahasiswa dan tenaga medis di daerah dengan mereka yang berada di pusat pendidikan. Kesenjangan ini terutama terasa pada ketersediaan materi pembaruan ilmu, buku, serta pelatihan berkelanjutan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Alvin mengembangkan ruang belajar bersama yang berfokus pada pembelajaran praktis dan terstruktur. Inisiatif ini kemudian berevolusi menjadi Medsense, sebuah platform edukasi medis digital. Medsense menyediakan materi pembelajaran, latihan, dan evaluasi yang dapat diakses secara fleksibel oleh mahasiswa kedokteran hingga dokter. Mureks mencatat bahwa melalui Medsense, akses pembelajaran medis menjadi lebih inklusif dan merata, khususnya bagi tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia kesehatan.

Mitra Ternak Farm: Solusi Kewirausahaan Berbasis Teknologi dari Jawa Timur

Di bidang kewirausahaan, Tatag Adi Sasono dari Jawa Timur menerima apresiasi atas pengembangan Mitra Ternak Farm. Tatag membangun inisiatif ini dari pengalamannya menghadapi beragam tantangan dalam merintis usaha peternakan di desa. Keterbatasan modal, risiko penyakit ternak, dan rendahnya kepercayaan pasar menjadi hambatan utama yang harus ia hadapi sejak awal.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Tatag menciptakan model titip ternak berbasis teknologi. Sistem ini berhasil menghubungkan peternak lokal dengan mitra dari berbagai daerah, termasuk pekerja migran Indonesia. Model yang dikembangkan Tatag dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan antarpihak, memberikan solusi inovatif bagi sektor peternakan.

Never Okay Project: Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan dan Kerja

Sementara itu, di bidang pendidikan, Imelda Riris Damayanti dari DKI Jakarta mendapatkan apresiasi atas kepeduliannya terhadap penguatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Menurut Mureks, Imelda menyoroti sejumlah kasus yang menunjukkan perlunya mekanisme penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan dan dunia kerja.

Melalui “Never Okay Project”, Imelda mengembangkan pendekatan pencegahan yang bersifat sistemik. Proyek ini melibatkan berbagai institusi lintas sektor, seperti institusi pendidikan, organisasi tempat kerja, dan komunitas profesional. Pendekatan pencegahan tersebut diwujudkan melalui penyusunan kebijakan internal, pengembangan sistem pelaporan yang aman dan terstruktur, serta pendampingan bagi penyintas untuk memperoleh dukungan yang layak.

Mureks