Tren

DPRD DKI Soroti Halte Transjakarta, Desak Peningkatan Fasilitas Aman dan Ramah Penumpang Rentan

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, mendesak peningkatan kualitas fasilitas Halte Transjakarta. Desakan ini muncul sebagai bagian krusial dalam penguatan layanan transportasi publik yang aman dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Menurut Ade, halte merupakan titik awal pengalaman penumpang sebelum menggunakan moda transportasi massal tersebut. Oleh karena itu, kondisi halte sangat menentukan rasa aman dan nyaman. “Fasilitasnya harus terawat, aman, dan mudah diakses,” ujar Ade, beberapa waktu lalu.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Fasilitas Halte Jadi Sorotan Utama

Ade Suherman menyebut, halte adalah wajah utama pelayanan Transjakarta yang digunakan masyarakat setiap hari. Jika fasilitas bermasalah, dampaknya langsung dirasakan penumpang, terutama saat jam sibuk. Mureks mencatat bahwa Ade masih menemukan sejumlah persoalan di lapangan terkait fasilitas halte.

Salah satu keluhan yang sering muncul adalah lift yang tidak berfungsi optimal atau mengalami gangguan. Permasalahan ini dinilai sangat merugikan penumpang dengan kebutuhan khusus. Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, dan ibu yang membawa anak menjadi pihak yang paling terdampak.

“Lift dan eskalator harus selalu berfungsi. Ini bukan sekadar fasilitas tambahan, tapi kebutuhan dasar bagi penumpang,” tandas Ade. Ia menekankan bahwa transportasi publik tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah armada, melainkan juga kualitas fasilitas pendukung agar layanan benar-benar inklusif.

Pengawasan Proaktif dan Peran Petugas

Selain itu, Ade mendorong pengelola Transjakarta untuk memperkuat sistem pemantauan fasilitas halte. Deteksi dini terhadap potensi kerusakan dinilai penting agar perbaikan tidak menunggu laporan penumpang. “Sistem monitoring fasilitas harus lebih proaktif agar perbaikan bisa dilakukan cepat dan tidak berlarut-larut,” ucap Ade.

Menurutnya, respons cepat terhadap kerusakan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Transjakarta. Penumpang tidak seharusnya menjadi pihak yang terus-menerus dirugikan akibat kelalaian teknis.

Tidak hanya aspek fisik, Ade juga menyoroti kualitas pelayanan petugas di halte. Ia menilai peran petugas sangat krusial dalam membantu penumpang yang membutuhkan pendampingan khusus. Petugas halte diharapkan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

“Petugas di halte harus sigap dan peka terhadap kebutuhan penumpang. Khususnya kelompok rentan,” tegas Ade. Sikap sigap dan empati menjadi bagian dari standar pelayanan transportasi publik modern yang harus diimplementasikan secara konsisten.

Mureks