Tren

DPRD DKI Peringatkan Jakarta: Jangan Kecolongan Superflu dari Luar Negeri, Belajar dari COVID-19

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyebaran virus superflu. Virus yang dilaporkan merebak di sejumlah negara ini menjadi perhatian serius, mengingat potensi dampaknya terhadap ibu kota.

DPRD DKI Minta Pemprov Perkuat Deteksi Dini

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, menegaskan bahwa langkah antisipasi harus dilakukan secara menyeluruh. Ia mengingatkan Jakarta tidak boleh lengah menghadapi potensi ancaman kesehatan global.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

“Pemprov DKI perlu memperkuat pemantauan dan deteksi dini di seluruh fasilitas kesehatan,” ujar Justin pada Selasa (6/1). Ia menekankan pentingnya sistem kewaspadaan yang berjalan efektif sebelum terjadi lonjakan kasus.

Selain itu, Justin juga menyoroti kesiapan infrastruktur kesehatan. Ia meminta agar rumah sakit dan puskesmas di Jakarta memastikan ketersediaan fasilitas, tenaga kesehatan, serta alur penanganan yang siap jika kasus superflu meningkat.

Koordinasi lintas sektor juga dinilai krusial. Justin menyebut, kerja sama antara dinas kesehatan, instansi perhubungan, hingga pengelola pintu masuk wilayah harus diperkuat. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi poin penting.

“Agar warga tidak panik, namun tetap waspada,” kata Justin, menekankan pentingnya komunikasi publik yang tepat untuk efektivitas penanganan.

Belajar dari Pengalaman Pandemi COVID-19

Justin mengingatkan agar keberadaan virus superflu tidak dianggap sepele. Ia merujuk pada pengalaman Jakarta di awal pandemi Covid-19 sebagai pelajaran besar.

Pada tahun 2020, Jakarta dinilai terlambat mengambil langkah penanganan di fase awal, yang menyebabkan ibu kota sempat menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia. Mureks mencatat bahwa kondisi tersebut membuat Jakarta menyumbang sekitar 33 persen dari total kasus harian nasional.

“Bahkan saat itu Jakarta sempat menyumbang sekitar 33 persen dari total kasus harian nasional,” ungkap Justin, menegaskan bahwa kesalahan serupa tidak boleh terulang.

Wagub DKI Imbau Kewaspadaan dan Pengawasan Ketat

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, juga telah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman virus superflu. Ia meminta warga untuk tetap menjaga kesehatan, terutama setelah melakukan perjalanan dari luar negeri.

Rano Karno juga mendorong otoritas bandara untuk memperketat pengawasan terhadap penumpang yang baru kembali dari luar negeri. Langkah ini dianggap penting sebagai benteng awal pencegahan masuknya virus ke Jakarta.

Mureks