Otomotif

Donut Lab Pastikan Baterai Solid-State Siap Produksi Massal, Klaim Revolusi Kendaraan Listrik

Startup teknologi asal Finlandia, Donut Lab, mengklaim telah berhasil mengembangkan baterai all-solid-state pertama di dunia yang siap diproduksi secara massal dan digunakan secara komersial. Inovasi ini berpotensi mengubah lanskap industri kendaraan listrik, mencakup mobil, sepeda motor, truk berat, hingga alat konstruksi.

Donut Lab, yang sebelumnya dikenal sebagai pengembang motor listrik in-wheel futuristis untuk sepeda motor listrik Verge, kini menyatakan sel baterai solid-state tanpa cairan elektrolit tersebut telah tersedia secara global. Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi hingga tingkat gigawatt-hour (GWh).

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Verge Motorcycles turut mengonfirmasi bahwa model TS Pro terbaru mereka akan menjadi kendaraan listrik produksi massal pertama di dunia yang mengadopsi baterai solid-state dari Donut Lab. Pengiriman model ini kepada konsumen dijadwalkan akan dimulai pada kuartal pertama tahun ini.

Keunggulan dan Spesifikasi Baterai Solid-State Donut Lab

Donut Lab mengklaim baterai solid-state buatannya menawarkan berbagai keunggulan signifikan dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Keunggulan tersebut meliputi bobot yang lebih ringan, kepadatan energi yang lebih tinggi, pengisian daya yang lebih cepat, tingkat keamanan yang lebih baik, serta daya tahan yang jauh lebih lama.

Secara teknis, baterai ini memiliki kepadatan energi mencapai 400 Wh/kg. Mureks mencatat bahwa kemampuan pengisian daya penuh hanya dalam lima menit menjadi salah satu fitur paling menonjol, dengan klaim ketahanan hingga 100.000 siklus pengisian penuh tanpa perlu membatasi kapasitas hingga 80%.

Sebagai perbandingan, baterai lithium-ion kelas atas saat ini umumnya memiliki kepadatan energi sekitar 250–300 Wh/kg. Usia pakainya pun terbatas hingga 5.000 siklus, dengan batas pengisian maksimal 80% untuk menjaga performa.

Selain itu, baterai solid-state Donut Lab menunjukkan ketahanan luar biasa terhadap suhu ekstrem. Perusahaan menyebut baterainya mampu mempertahankan lebih dari 99% kapasitas pada rentang suhu serendah -30 derajat Celsius hingga setinggi 100 derajat Celsius.

Dari aspek keselamatan, baterai ini diklaim tidak mudah terbakar meskipun mengalami kerusakan fisik. Donut Lab juga menyatakan baterainya tidak menggunakan material langka dan dapat diproduksi di berbagai negara, menjadikannya “100% ramah lingkungan” dan tidak terdampak isu geopolitik. Biaya produksinya pun diklaim lebih rendah dibanding baterai lithium-ion konvensional.

Penerapan di Dunia Nyata: Verge TS Pro

Penerapan teknologi ini dapat dilihat pada sepeda motor Verge TS Pro. Model sebelumnya dengan baterai lithium-ion mampu menempuh jarak 217 mil untuk penggunaan dalam kota dengan waktu pengisian kurang dari 35 menit.

Versi terbaru dengan baterai solid-state tetap menawarkan jarak tempuh yang sama. Namun, tersedia opsi Large Battery yang meningkatkan jangkauan hingga 370 mil, dengan waktu pengisian daya dipangkas drastis menjadi kurang dari 10 menit.

CEO Donut Lab, Marko Lehtimäki, menegaskan kesiapan teknologi ini. “Meskipun keuntungannya jelas, masa depan baterai solid-state terus berubah dan selalu tertunda ketika perusahaan yang bergerak di bidang elektrifikasi ditanya tentang kapan baterai tersebut akan menjadi kenyataan,” kata Lehtimäki, dikutip dari Insideevs.

“Di Donut Lab, jawaban kami tentang kesiapan baterai solid-state untuk digunakan dalam kendaraan produksi OEM adalah sekarang, hari ini, bukan nanti. Donut Lab telah merancang baterai solid-state Donut Battery berkinerja tinggi baru yang dapat ditingkatkan skalanya hingga volume produksi besar dan kini terlihat digunakan di dunia nyata pada sepeda motor Verge Motorcycles yang beredar di jalan pada kuartal pertama.”

Mureks