WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan menunda kenaikan tajam tarif impor untuk furnitur berlapis kain, lemari dapur, dan meja rias selama satu tahun penuh, berlaku mulai Kamis, 1 Januari 2026. Keputusan ini, yang diumumkan pada Malam Tahun Baru, memberikan jeda bagi konsumen dan pelaku bisnis di tengah kekhawatiran inflasi dan gangguan rantai pasokan.
Langkah ini mempertahankan tarif 25 persen yang telah berlaku sejak September untuk kategori barang tersebut. Namun, kenaikan tarif yang sebelumnya dijadwalkan menjadi 30 persen untuk furnitur berlapis kain dan 50 persen untuk lemari dapur serta meja rias, kini ditunda.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Menurut laporan Newsweek, penundaan ini menggarisbawahi volatilitas berkelanjutan dalam kebijakan perdagangan AS. Kebijakan ini muncul saat konsumen dan bisnis Amerika bergulat dengan inflasi, gangguan rantai pasokan, dan ketidakpastian dampak jangka panjang dari perubahan strategi tarif yang sering terjadi.
Pada hari Rabu, Trump menandatangani proklamasi presiden yang secara resmi menunda penerapan kenaikan tarif tersebut. Lembar fakta yang disediakan oleh Gedung Putih secara eksplisit menyatakan: “Hari ini, Presiden Donald J. Trump menandatangani Proklamasi yang mengaktifkan Bagian 232 dari Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962 (Undang-Undang) untuk menunda kenaikan tarif untuk furnitur berlapis kain, lemari dapur, dan meja rias selama satu tahun lagi.”
Pemerintahan Trump selama ini membela penggunaan tarif sebagai alat untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan dan memperkuat manufaktur dalam negeri, seringkali dengan alasan keamanan nasional. Namun, keputusan ini juga menyusul kekhawatiran domestik yang meningkat tentang kenaikan harga dan fluktuasi kebijakan tarif selama berbulan-bulan.
Kelompok bisnis, pengembang perumahan, dan konsumen telah menyuarakan kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari kenaikan tarif, termasuk biaya yang lebih tinggi dan potensi kehilangan pekerjaan di industri yang terkena dampak.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Tarif yang ditunda tersebut kini akan berlaku paling cepat Januari 2027, memberikan keringanan sementara bagi importir, produsen, dan pengecer. Namun, ancaman kenaikan tarif di masa mendatang dapat menyebabkan perusahaan menyesuaikan rantai pasokan, menimbun barang, atau mempercepat investasi dalam produksi dalam negeri.
Sementara itu, kewenangan Trump dalam memberlakukan tarif sedang ditinjau oleh Mahkamah Agung AS. Hal ini menyusul putusan pengadilan tingkat rendah yang mempertanyakan cakupan deklarasi kekuasaan daruratnya untuk mengenakan pajak impor secara luas. Mureks mencatat bahwa keputusan Mahkamah Agung akan sangat menentukan arah kebijakan perdagangan AS ke depan.






