Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membongkar 98 tiang monorel yang telah lama mangkrak. Proyek ini tidak hanya fokus pada pembongkaran, tetapi juga mencakup penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang koridor Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, yang dijadwalkan dimulai pada Januari 2026.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan bahwa dana Rp100 miliar tersebut merupakan bagian integral dari proyek penataan kawasan. “Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar 100 miliar rupiah,” ujar Heru di Balai Kota Jakarta pada Rabu (7/1).
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Menurut Heru, fokus utama saat ini adalah merapikan Jalan Rasuna Said sisi Timur. Area ini meliputi jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar yang akan ditata agar serupa dengan kondisi Jalan Rasuna Said sisi Barat yang sudah lebih dulu rapi. Mureks mencatat bahwa keberadaan tiang monorel selama hampir dua dekade telah menjadi kendala utama dalam penataan kawasan tersebut.
“Sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya, akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur; jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata. Nantinya hilang (pemisahnya). Sama seperti di sisi barat-nya,” jelas Heru.
Setelah pembongkaran tiang dan penataan selesai, kedua jalur di Jalan Rasuna Said akan menyatu. Konfigurasi jalan nantinya akan terdiri dari satu jalur busway dan tiga jalur reguler, diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas di area tersebut. Heru menambahkan, untuk melihat hasil akhirnya, masyarakat bisa melihat kondisi jalan di sisi barat yang sudah tertata.
Meski demikian, Heru belum memberikan informasi mengenai jadwal penataan tiang monorel di kawasan Jalan Asia Afrika. Pihaknya akan menyelesaikan penataan di Jalan Rasuna Said terlebih dahulu.






