Internasional

Di Tengah Tensi Global, Buruh Indonesia Siap Gelar Demo Tolak Upah Minimum 2026 di Jakarta

Sabtu, 03 Januari 2026, Indonesia dihadapkan pada dinamika global dan domestik yang signifikan. Di tengah meningkatnya tekanan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela, para buruh di Tanah Air juga bersiap menggelar aksi demonstrasi besar di Jakarta pada pekan depan.

Tensi AS-Venezuela Memanas, Maduro Buka Pintu Dialog

Situasi geopolitik di Amerika Latin kembali memanas menyusul peningkatan tekanan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela. Presiden Nicolas Maduro, dalam respons terbarunya, memilih untuk menghindari jawaban tegas terkait dugaan serangan AS terhadap sebuah fasilitas dermaga di negaranya.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Meskipun demikian, Maduro menegaskan komitmennya untuk tetap membuka pintu dialog dan kerja sama dengan Washington. “Kami tetap membuka pintu dialog dan kerja sama dengan Washington,” ujar Maduro, merujuk pada isu-isu krusial seperti narkotika, minyak, dan migrasi yang menjadi agenda pembahasan.

Menurut pantauan Mureks, sikap Maduro ini menunjukkan upaya untuk meredakan ketegangan sambil tetap mempertahankan kedaulatan negaranya di tengah tekanan internasional.

Kekecewaan Upah Minimum Picu Demo Buruh di Istana dan DPR

Di sisi lain, gejolak domestik datang dari kalangan buruh Indonesia. Mereka berencana kembali menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Istana Negara dan depan Gedung DPR RI Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026 mendatang.

Aksi ini, seperti yang Mureks mencatat, masih berkaitan erat dengan kekecewaan para buruh terhadap penetapan upah minimum tahun 2026. Mereka menuntut revisi kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada kesejahteraan pekerja.

Informasi mengenai rencana demonstrasi ini sebelumnya telah disiarkan dalam program Evening Up CNBC Indonesia pada Jumat, 02 Januari 2026.

Mureks