Pasukan keamanan Venezuela menahan lima warga negara Amerika Serikat (AS) pada Jumat, 02 Januari 2026. Penahanan ini terjadi di tengah peningkatan tekanan dari Presiden AS Donald Trump terhadap rezim Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Pejabat AS masih mengumpulkan informasi terkait aktivitas para warga Amerika tersebut di Venezuela serta situasi saat mereka ditahan. Menurut seorang pejabat AS, kondisi tiap kasus berbeda-beda, dan sebagian dari mereka diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Pemerintah AS meyakini bahwa rezim Maduro menahan warga Amerika untuk membangun posisi tawar terhadap Washington. Hal ini seiring dengan meningkatnya tekanan terhadap pemimpin Venezuela dalam beberapa bulan terakhir. Penahanan warga AS ini juga mencerminkan langkah serupa yang dilakukan Rusia, sekutu lama Venezuela, yang kerap menahan warga Amerika sebagai alat tawar dalam hubungan yang tegang dengan AS.
Tekanan AS terhadap Venezuela mencakup berbagai tindakan. Di antaranya adalah serangan terhadap kapal-kapal narkoba, serangan drone CIA terhadap fasilitas pelabuhan Venezuela, serta blokade minyak terbaru. Pada Desember lalu, Departemen Luar Negeri AS juga mengumumkan dua paket sanksi terhadap anggota keluarga Maduro, termasuk tiga keponakan dan saudara iparnya.
Masih pada Desember, AS melancarkan serangan darat pertamanya di Venezuela dengan menyerang sebuah fasilitas pelabuhan melalui serangan drone CIA, seperti yang dilaporkan CNN.
Pejabat pemerintahan Trump menolak menyatakan secara aktif mengupayakan pergantian rezim di Venezuela. Namun, mereka menuduh Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah dan terlibat dalam perdagangan narkoba. Departemen Luar Negeri AS dan Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden penahanan ini.
Menanggapi serangan terhadap fasilitas pelabuhan Venezuela, Maduro mengatakan hal itu “mungkin menjadi topik yang bisa dibahas dalam beberapa hari ke depan.” Ia menegaskan bahwa negaranya tetap aman. “Apa yang bisa saya sampaikan adalah sistem pertahanan nasional, yang menggabungkan kekuatan militer rakyat dan kepolisian, telah dan terus menjamin keutuhan wilayah, perdamaian negara, serta pemanfaatan seluruh wilayah kami,” kata Maduro dalam wawancara dengan Ignacio Ramonet yang disiarkan televisi pemerintah VTV. Ia menambahkan, “Rakyat kami aman dan hidup dalam kedamaian.”
Menurut aktivis HAM, Venezuela menahan ratusan tahanan politik, termasuk mereka yang ditangkap setelah pemilu 2024 yang diklaim dimenangkan Maduro, tetapi dinilai tidak demokratis. Mureks mencatat bahwa kelompok HAM menyebut puluhan orang dibebaskan dari penjara Venezuela pada Kamis (1/12), namun Alfredo Romero dari organisasi HAM Foro Penal menegaskan tidak ada warga Amerika di antara mereka.






