Pemilik kendaraan listrik Rivian R1S dan R1T dilaporkan mengambil inisiatif sendiri untuk memodifikasi sistem pembuka pintu darurat mobil mereka. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran akan desain pintu belakang yang dinilai menyulitkan akses dalam situasi darurat, seperti kecelakaan atau kebakaran.
Mirip dengan kritik yang sering dilayangkan kepada Tesla terkait pegangan pintu manualnya yang sulit ditemukan atau dioperasikan saat darurat, Rivian juga menghadapi sorotan serupa. Pada model R1S dan R1T generasi kedua saat ini, tuas pembuka pintu mekanis yang mudah diakses hanya tersedia di bagian depan.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Namun, untuk penumpang belakang, prosesnya jauh lebih rumit. Mereka harus terlebih dahulu melepaskan panel trim plastik pada pintu, kemudian menarik kabel pelepas yang tersembunyi di baliknya.
Seorang pemilik Rivian, sebagaimana dilaporkan oleh Mureks, menyatakan bahwa dibutuhkan “banyak tenaga” untuk melepas trim plastik tersebut, bahkan memerlukan “alat cungkil”. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius, terutama karena anak-anak kemungkinan besar tidak akan mampu membuka pintu dalam situasi darurat.
Menanggapi masalah ini, seorang pemilik Rivian membagikan solusinya di Reddit. Ia mengikat seutas tali paracord berwarna merah di sekitar kabel pelepas, lalu menyalurkannya di bawah panel trim plastik yang harus dilepas.
Dengan modifikasi ini, tali tersebut kini menggantung dari panel pintu dan mudah dijangkau, memastikan akses cepat jika pintu yang dioperasikan secara elektrik gagal terbuka saat terjadi kecelakaan.
Pihak Rivian sendiri telah mengonfirmasi pada awal Oktober bahwa mereka akan mendesain ulang pegangan pintu untuk model R2 yang akan datang. Desain baru ini akan memastikan tuas pelepas manual berada lebih dekat dengan tuas elektrik, mengatasi masalah aksesibilitas.
Meskipun kabar ini menggembirakan bagi calon pembeli R2, solusi tersebut tidak berlaku bagi puluhan ribu pemilik R1T atau R1S yang sudah ada. Mereka tetap harus menghadapi potensi risiko dari desain pintu darurat yang kurang intuitif.






