Desa Wisata Pela di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terus mengembangkan diri sebagai destinasi pariwisata hijau (Green Tourism) yang berkelanjutan. Salah satu daya tarik utamanya adalah upaya konservasi Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), mamalia air tawar sejenis lumba-lumba yang kini berstatus hewan dilindungi.
Pada Minggu, 4 Januari 2026, pantauan Mureks menunjukkan aktivitas di kawasan konservasi Pesut Mahakam di Desa Pela. Kawasan ini menjadi habitat penting bagi populasi Pesut Mahakam yang diperkirakan hanya tersisa sekitar 60 ekor. Angka ini menyoroti urgensi perlindungan terhadap spesies unik tersebut di habitat aslinya.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Pengembangan Desa Wisata Pela tidak hanya berfokus pada aspek ekowisata, tetapi juga mengintegrasikan program pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan pentingnya menjaga ekosistem Sungai Mahakam, terutama bagi kelangsungan hidup Pesut Mahakam.
Melalui konsep Green Tourism, Desa Pela menawarkan pengalaman wisata yang bertanggung jawab, di mana pengunjung dapat menikmati keindahan alam sekaligus berkontribusi pada upaya konservasi. Keberadaan Pesut Mahakam menjadi indikator kesehatan ekosistem sungai dan menjadi simbol kebanggaan lokal yang harus terus dijaga bersama.



