Situasi internal Manchester United yang terus bergejolak dikabarkan mulai mengikis kesabaran kapten tim, Bruno Fernandes. Gelandang asal Portugal itu disebut-sebut telah mencapai titik jenuh dan membuka peluang untuk meninggalkan Old Trafford pada bursa transfer musim panas mendatang.
Menurut pantauan Mureks, sejumlah rekan setim Fernandes meyakini bahwa sang kapten sudah merasa lelah dengan kekacauan yang tak kunjung usai di dalam klub. Setelah bertahun-tahun menjadi tulang punggung dan tumpuan utama permainan Setan Merah, Bruno Fernandes diyakini ingin mencari tantangan baru usai tampil di Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kekecewaan Terhadap Manajemen Klub
Isu kepergian Fernandes bukanlah tanpa dasar. Pada November lalu, ia secara terbuka mengakui bahwa dirinya sempat nyaris hengkang pada musim panas sebelumnya. Kala itu, klub Arab Saudi, Al-Hilal, mengajukan tawaran fantastis senilai 100 juta poundsterling. Pelatih Ruben Amorim disebut-sebut menjadi sosok kunci yang berhasil membujuknya untuk tetap bertahan di Old Trafford.
Namun, di balik keputusan tersebut, Bruno Fernandes juga mengungkapkan sisi emosional yang lebih dalam. Ia merasa kecewa dan sedih karena menilai manajemen klub tidak sepenuhnya berjuang untuk mempertahankannya. Menurut Fernandes, ada kesan bahwa kepergiannya tidak akan menjadi masalah besar bagi pihak klub, sesuatu yang sangat melukai perasaannya sebagai pemain yang selalu memberikan segalanya di lapangan.
Keyakinan Internal dan Masa Depan Pelatih
Meskipun Fernandes sempat menegaskan tidak ingin memikirkan masa depan sebelum Piala Dunia, sumber internal klub menyebutkan bahwa beberapa pemain United yakin keputusan sang kapten sebenarnya sudah bulat. Mereka menilai Bruno merasa dikecewakan oleh perubahan model kepemilikan klub, ditambah lagi dengan kepergian Amorim yang semakin memperburuk situasi.
“Dia selalu tampil habis-habisan dan sejak datang, dia adalah pemain terbaik klub. Tak ada yang ingin dia pergi, tapi semua akan memahami jika pada akhirnya dia memilih pergi,” ujar sumber internal tersebut.
Fernandes sendiri bergabung dengan Manchester United pada Januari 2020 dari Sporting CP dengan nilai transfer 46,6 juta poundsterling. Kontraknya masih berlaku hingga tahun 2027. Baru-baru ini, ia kembali ke tim utama dan tampil dalam hasil imbang 2-2 melawan Burnley di Premier League, serta diproyeksikan tampil di laga Piala FA melawan Brighton.
Di sisi lain, ketidakpastian juga menyelimuti kursi pelatih United. Darren Fletcher, yang ditunjuk sebagai pelatih sementara, mengaku terkejut dengan penunjukan tersebut dan menegaskan dirinya tidak terobsesi untuk mengisi posisi itu secara permanen. United sendiri masih mempertimbangkan beberapa opsi caretaker hingga akhir musim, termasuk mantan pemain seperti Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick.
Dengan kondisi tim yang belum stabil dan masa depan pelatih yang masih abu-abu, masa depan Bruno Fernandes pun kian menjadi tanda tanya besar. Jika benar sang kapten memilih pergi, Manchester United berpotensi kehilangan simbol konsistensi dan determinasi di tengah masa transisi yang masih penuh gejolak.






