Tren

Derbi Panas Madrid: Atlético Tantang Real di Semifinal Piala Super, Perebutkan Tiket Final Lawan Barcelona

Dua raksasa ibu kota Spanyol, Real Madrid dan Atlético Madrid, kembali berhadapan dalam laga krusial semifinal Piala Super Spanyol 2026. Pertarungan sengit ini akan memperebutkan satu tiket final untuk menantang Barcelona yang sudah lebih dulu lolos usai membantai Athletic Club 5-0.

Pertandingan yang digelar di Arab Saudi ini menjadi ajang bagi Atlético Madrid untuk memburu trofi pertama mereka musim ini. Los Colchoneros datang dengan motivasi tinggi untuk menegaskan dominasi atas rival abadi sejak menit awal.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Namun, pantauan Mureks mencatat bahwa kedua tim sama-sama tidak berada dalam performa paling meyakinkan menjelang laga krusial ini. Real Madrid memang baru saja meraih kemenangan besar atas Real Betis di Santiago Bernabéu, tetapi inkonsistensi masih menjadi masalah utama tim asuhan Xabi Alonso.

Los Blancos kerap kesulitan menghadapi lawan-lawan besar dan gagal tampil efektif dalam laga yang seharusnya bisa mereka kuasai. Situasi ini membuat tekanan terhadap Alonso semakin besar jelang duel sarat gengsi tersebut.

Di sisi lain, Atlético Madrid juga datang dengan tanda tanya besar usai hasil kurang memuaskan di Anoeta. Minimnya opsi serangan dan performa yang naik-turun memprediksi laga ini akan berlangsung ketat dan penuh duel fisik sejak awal.

Derbi Madrid musim ini sudah pernah menghadirkan kejutan besar yang masih membekas hingga awal 2026. Kekalahan telak 5-2 yang dialami Real Madrid di Metropolitano menjadi pukulan keras pertama di era kepelatihan Xabi Alonso. Hasil tersebut bahkan disebut sang pelatih sebagai “kekalahan terpanjang dalam sejarah kariernya.”

Bagi Atlético, kemenangan itu menjadi titik balik penting setelah awal musim La Liga yang penuh luka dan keraguan.

Diego Simeone kembali menjadi sosok sentral dalam ambisi Atlético Madrid menambah koleksi gelar. Pelatih asal Argentina itu baru saja merayakan 14 tahun masa kepemimpinannya dan dikenal selalu mampu memompa mental tim dalam laga besar. Simeone memahami betul karakter klub, tekanan derbi, serta cara meredam tim bertabur bintang seperti Real Madrid. Laga ini menjadi panggung ideal baginya untuk kembali membungkam kritik dan keraguan publik.

Di kubu Real Madrid, Xabi Alonso masih berada dalam sorotan tajam meski reputasinya sempat melambung bersama Bayer Leverkusen. Los Blancos dinilai belum menemukan formula permainan stabil dan terlalu sering menang dengan margin tipis. Namun, munculnya pemain akademi seperti Gonzalo García memberi secercah harapan. Hat-trick sensasionalnya ke gawang Betis menjadi bukti bahwa Real Madrid masih memiliki kedalaman skuad yang bisa mengejutkan.

Atlético Madrid mengandalkan Julián Álvarez sebagai ujung tombak utama dalam laga ini. Penyerang asal Argentina itu sedang puasa gol dalam delapan pertandingan, namun laga derbi bisa menjadi momentum kebangkitannya. Status barunya sebagai seorang ayah diyakini bisa memberi motivasi ekstra bagi Álvarez. Para pendukung Rojiblancos berharap ia mampu tampil menentukan di laga sebesar ini.

Real Madrid dipastikan tampil tanpa Kylian Mbappé yang masih dibekap cedera. Menariknya, absennya Mbappé justru dinilai membuat permainan Los Blancos lebih cair dan kolektif.

Mureks