Sebuah dealer di California, Amerika Serikat, mengejutkan pasar otomotif dengan menawarkan Honda Prelude 2026 baru di bawah harga eceran yang disarankan pabrikan (MSRP). Langkah ini menjadi pengecualian langka di tengah maraknya praktik markup harga yang kerap diterapkan dealer lain di seluruh negeri.
Jerry Seiner Honda of San Juan Capistrano saat ini mengiklankan Honda Prelude 2026 dengan harga $41.465. Angka ini memangkas MSRP sebesar $43.850, memberikan diskon sekitar $2.385 kepada konsumen. Mureks mencatat bahwa penawaran ini tidak disertai dengan embel-embel tersembunyi, seperti biaya aksesori wajib atau penyesuaian pasar yang diam-diam ditambahkan pada daftar harga.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Tren Markup Harga yang Merugikan Konsumen
Honda Prelude telah menjadi sorotan selama beberapa bulan terakhir. Banyak dealer memanfaatkan popularitasnya dengan mematok markup harga yang sangat tinggi pada coupe hibrida ini. Meskipun Honda telah secara jelas menyampaikan target harga yang diinginkan, hal itu tidak menghentikan sebagian dealer untuk menaikkan harga secara signifikan.
Sebelumnya, tim redaksi Mureks telah melaporkan bagaimana markup harga dapat merugikan citra merek, bukan hanya dealer. Beberapa dealer bahkan mematok harga Prelude di atas $65.000. Bahkan, baru-baru ini, kami menemukan satu dealer yang menawarkan “diskon” $10.000, namun harga akhirnya masih sekitar $10.000 di atas MSRP awal.
Unit yang ditawarkan Jerry Seiner Honda adalah Prelude dengan warna Winter Frost, interior hitam, sistem hibrida 2.0 liter Honda, penggerak roda depan, dan transmisi eCVT. Mobil ini baru menempuh jarak 11 mil pada odometernya, menegaskan bahwa ini bukan unit demo atau interpretasi kreatif dari “baru”. Ini adalah penawaran yang selaras dengan ekspektasi harga yang disampaikan Honda saat Prelude diperkenalkan kembali.
Meskipun sulit dipastikan apakah Jerry Seiner Honda melakukannya murni karena niat baik, menjual mobil dengan harga wajar dapat membangun kepercayaan jangka panjang, mempercepat perputaran inventaris, dan menjaga hubungan baik dengan Honda. Ini semua adalah keputusan bisnis yang solid. Di tengah pasar yang seringkali menuntut lebih, langkah ini patut diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi dealer lain.






