Kendaraan listrik roda empat (R4) semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung transisi elektrifikasi di Indonesia. Data terbaru Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat total 106.137 unit Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) untuk kendaraan penumpang listrik R4 secara kumulatif sejak tahun 2010 hingga 9 Desember 2025.
Lonjakan paling drastis terjadi dalam lima tahun terakhir, khususnya pada tahun 2025, dengan penambahan mencapai 70.351 unit hanya dalam satu tahun. Angka ini jauh melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya, seperti 8.562 unit pada 2022, 12.248 unit pada 2023, dan 13.268 unit pada 2024.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Menurut pantauan Mureks, akselerasi ini mencerminkan derasnya model mobil listrik baru yang masuk ke pasar nasional, baik melalui skema impor maupun produksi lokal. Ekspansi agresif merek kendaraan listrik, terutama dari Tiongkok, turut memanfaatkan momentum insentif fiskal dan nonfiskal yang digulirkan pemerintah.
Selain itu, mobil listrik roda empat dinilai paling relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, khususnya untuk penggunaan harian di wilayah perkotaan. Faktor ini menjadi pendorong utama di balik dominasi segmen tersebut dalam ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB).
Dominasi kendaraan roda empat juga terlihat pada data Sertifikat Uji Tipe (SUT). Sepanjang periode 2010 hingga 2025, Kemenhub mencatat total 314 unit SUT untuk kendaraan penumpang listrik R4.
Setelah bergerak relatif lambat hingga 2020, jumlah SUT mulai meningkat pada 2021 dan terus menunjukkan tren naik hingga 2025, dengan 89 unit tercatat pada tahun terakhir, sedikit lebih tinggi dari 87 unit pada 2024. Kenaikan SUT ini mengindikasikan bertambahnya jumlah model kendaraan listrik roda empat yang memasuki tahap pengujian tipe sebelum diproduksi massal atau dipasarkan.
Sementara itu, kontribusi segmen kendaraan listrik lainnya masih terbatas. Bus listrik, misalnya, tercatat sebanyak 723 unit SRUT secara kumulatif, dengan peningkatan signifikan pada 2024 dan 2025 yang didorong oleh kebutuhan transportasi publik dan proyek pengadaan pemerintah daerah.
Mobil barang listrik juga mulai berkembang, meskipun volumenya masih kecil dengan total 273 unit SRUT hingga akhir 2025. Kategori kendaraan khusus dan roda tiga belum menunjukkan pergerakan signifikan dalam proses sertifikasi, baik pada SRUT maupun SUT.
Hal ini menegaskan bahwa fokus elektrifikasi nasional masih terkonsentrasi pada mobil penumpang roda empat sebagai tulang punggung pengembangan ekosistem KBLBB di Indonesia.





