Pemecatan Ruben Amorim oleh Manchester United pada Selasa, 06 Januari 2026, menandai berakhirnya perjalanan 14 bulan yang penuh ekspektasi namun berujung antiklimaks di Old Trafford. Pelatih asal Portugal ini, yang sempat digadang-gadang sebagai figur pembawa harapan baru bagi Setan Merah, kini harus meninggalkan kursi kepelatihan.
Awal Harapan dan Reputasi Gemilang
Amorim tiba di Manchester United setelah era Erik ten Hag berakhir, dengan reputasi yang tengah menanjak di kancah sepak bola Eropa. Petinggi klub Setan Merah kepincut dengan pelatih muda yang saat itu baru berusia 39 tahun ini. Mureks mencatat bahwa ketertarikan klub-klub top Eropa terhadap Amorim memang sudah lama muncul, menyusul kesuksesannya bersama Sporting CP di liga Portugal.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Sebelumnya, Sporting telah melihat potensi besar Amorim saat ia menahkodai Braga. Klub Lisbon itu kemudian merekrutnya pada tahun 2020, sebuah keputusan yang terbukti sangat tepat. Amorim berhasil membawa Sporting menjuarai liga pada 2021 di usianya yang baru 36 tahun, mengakhiri penantian panjang klub selama 19 tahun. Prestasi serupa kembali diulang pada musim lalu, ditambah dua gelar Taca da Liga.
Reputasi cemerlang ini membuat Amorim kerap dikaitkan dengan sejumlah klub besar. Ia sempat masuk radar Liverpool setelah Jurgen Klopp mengumumkan kepergiannya, dikabarkan menjalin komunikasi dengan West Ham, dan bahkan masuk bursa calon pengganti Pep Guardiola di Manchester City.
Dari Pemain ke Pelatih: Jejak Karier Ruben Amorim
Sebelum meniti karier sebagai pelatih, Amorim dikenal sebagai pemain profesional. Ia adalah bagian dari skuad Benfica yang memenangi tiga gelar liga dan pernah memperkuat tim nasional Portugal di Piala Dunia 2010. Namun, cedera memaksanya gantung sepatu lebih cepat pada usia 32 tahun.
Langkah awal Amorim di dunia kepelatihan dimulai bersama Casa Pia pada 2018, sebuah klub yang berlaga di divisi ketiga. Ia kemudian menolak tawaran menangani tim B Benfica dan memilih menahkodai Braga. Di bawah asuhannya, Braga berhasil mengerek posisi klub dari peringkat kedelapan ke posisi ketiga klasemen akhir serta mempersembahkan gelar Piala Liga Portugal.
Pengaruh Jose Mourinho dan Gaya Kepelatihan
Dalam perjalanan kariernya, Jose Mourinho disebut sebagai salah satu figur yang memberi pengaruh besar bagi Amorim. Bahkan, Amorim sempat mengunjungi Mourinho saat masih menangani Manchester United pada 2018 untuk memperdalam pemahamannya sebagai pelatih.
Sejumlah pelatih di Portugal menilai Amorim memiliki mentalitas kompetitif yang kuat. Mantan juru taktik Estoril, Vasco Seabra, memberikan pandangannya kepada Sky Sports mengenai karakteristik tim racikan Amorim. “Timnya sangat terorganisasi dan banyak berjuang,” kata Seabra. Ia menambahkan, “Dia selalu berusaha meningkatkan pemainnya juga. Ia bekerja dengan bakat muda tetapi juga dengan pemain berpengalaman dan mereka semua memiliki kesamaan, yaitu mereka berjuang. Mereka benar-benar intens.”
Selain karakter kepemimpinan di lapangan, Amorim juga dinilai unggul dalam aspek komunikasi. Kemampuan ini dianggap berperan besar dalam mempercepat laju kariernya di Portugal. “Saya pikir dia sangat unggul dalam komunikasinya. Sangat bagus. Pesannya jelas dan mudah dipahami. Para pemain mudah terhubung dengannya. Bahkan di luar, bagi para reporter dan publik, komunikasinya sangat sederhana dan sangat konkret,” ucap Seabra.
Meski memiliki rekam jejak dan potensi yang menjanjikan, perjalanan Ruben Amorim di Manchester United harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan, meninggalkan pertanyaan tentang tantangan besar dalam mengembalikan kejayaan klub ikonik ini.






