Nasional

China Diduga Bobol Email Staf Komite Parlemen AS, Operasi Salt Typhoon Jadi Sorotan Intelijen

China diduga kuat membobol sistem email yang digunakan oleh staf sejumlah komite strategis di parlemen Amerika Serikat (AS). Aksi ini merupakan bagian dari operasi spionase siber yang dikenal dengan nama Salt Typhoon, demikian laporan Financial Times yang dikutip Reuters pada Kamis, 8 Januari 2026.

Peretas yang diyakini terafiliasi dengan China berhasil mengakses email staf Komite China di parlemen AS, serta para ajudan di komite yang membidangi urusan luar negeri, intelijen, dan angkatan bersenjata. Serangan ini dilaporkan terjadi pada Desember 2025. Namun, belum dapat dipastikan apakah email para anggota parlemen juga turut terdampak.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Hingga berita ini diturunkan, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Gedung Putih belum memberikan komentar resmi. Kedutaan Besar China di Washington, Kementerian Luar Negeri China, serta keempat komite parlemen AS yang disebutkan juga belum merespons permintaan konfirmasi.

Insiden ini bukan yang pertama kali. Pada November 2025, pejabat pengawas keamanan Senat AS melaporkan adanya insiden siber yang berpotensi membuka akses peretas ke komunikasi antara Congressional Budget Office (lembaga nonpartisan penyedia data keuangan bagi anggota parlemen) dengan sejumlah kantor Senat.

Kasus Salt Typhoon telah lama menjadi perhatian serius komunitas intelijen AS. Mureks mencatat bahwa kelompok peretas ini juga dituding pernah menyadap percakapan sejumlah tokoh politik dan pejabat pemerintah AS. Menurut laporan Reuters, pejabat AS menilai kelompok tersebut tengah mempersiapkan diri untuk melumpuhkan infrastruktur penting AS jika terjadi konflik dengan China.

Beijing sendiri berulang kali membantah keterlibatannya dalam serangan siber tersebut. Meski demikian, pada awal tahun 2025, AS telah menjatuhkan sanksi kepada seorang peretas bernama Yin Kecheng serta perusahaan keamanan siber Sichuan Juxinhe Network Technology, yang dituding terlibat dalam operasi Salt Typhoon.

Mureks