CEO Exxon Mobil Corp., Darren Woods, secara terbuka menyatakan Venezuela saat ini tidak layak untuk investasi. Pernyataan ini disampaikan Woods dalam pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan sekitar 20 pimpinan perusahaan migas di Gedung Putih, Jumat (10/1/2026).
Sikap Woods tersebut menantang upaya Presiden Trump yang mendorong industri minyak AS untuk mengucurkan investasi besar-besaran, setidaknya 100 miliar dollar AS, guna membangun kembali sektor energi Venezuela. Menurut pantauan Mureks, keraguan dari salah satu raksasa migas dunia ini menjadi sorotan utama dalam agenda energi AS.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
“Jika kita melihat kerangka hukum dan komersial yang ada di Venezuela saat ini, negara itu tidak layak untuk investasi,” kata Woods, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (10/1/2026).
Woods menjelaskan, pengalaman pahit Exxon Mobil di masa lalu menjadi dasar kehati-hatian tersebut. Perusahaan itu pernah mengalami penyitaan aset oleh pemerintah Venezuela sebanyak dua kali. Oleh karena itu, kepastian perlindungan finansial, skema komersial, serta kerangka hukum jangka panjang menjadi faktor krusial sebelum keputusan investasi dapat diambil.
“Seberapa kuat perlindungan finansialnya? Seperti apa imbal hasilnya? Bagaimana pengaturan komersial dan kerangka hukumnya?” ujar Woods, merinci pertanyaan-pertanyaan mendasar yang harus terjawab. Ia menambahkan, “Semua itu harus tersedia untuk memahami pengembalian investasi dalam beberapa dekade ke depan.”
Meski demikian, Woods menyatakan Exxon siap menurunkan tim ke lapangan jika ada undangan resmi dari pemerintah Venezuela dan jaminan keamanan yang memadai.
Di sisi lain, Presiden Trump, yang memimpin langsung pertemuan tersebut, tetap optimistis kesepakatan dapat segera tercapai. Ia bahkan memberikan ultimatum kepada para eksekutif migas yang hadir. “Jika Anda tidak ingin masuk, beri tahu saya, karena ada 25 orang lain yang siap menggantikan,” tegas Trump.
Sikap berhati-hati juga ditunjukkan oleh pendiri Continental Resources Inc., Harold Hamm. Ia mengakui peluang eksplorasi di Venezuela menarik, namun menekankan bahwa investasi besar yang dibutuhkan akan memakan waktu untuk direalisasikan. “Ada investasi besar yang perlu dilakukan, dan kami semua sepakat soal itu. Namun, tentu butuh waktu untuk melihatnya,” kata Hamm.
Usai pertemuan, Trump menyampaikan keyakinan bahwa kesepakatan telah terbentuk dan perusahaan migas akan berinvestasi ratusan miliar dollar AS untuk pengeboran minyak di Venezuela. Namun, ketika ditanya mengenai komitmen konkret, Menteri Energi AS Chris Wright hanya menunjuk Chevron Corp. sebagai satu-satunya perusahaan migas AS yang masih aktif di Venezuela.






