WASHINGTON – Raksasa otomotif Tiongkok, BYD, secara resmi mengungguli Tesla sebagai produsen kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia pada tahun 2025. Pencapaian ini terjadi setelah penjualan Tesla mengalami penurunan signifikan pada kuartal terakhir tahun tersebut, menurut laporan perusahaan pada Jumat (2/1).
Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk tersebut mencatat pengiriman sebanyak 418.227 unit dalam tiga bulan terakhir tahun 2025. Angka ini membawa total penjualan tahunan Tesla menjadi sekitar 1,64 juta kendaraan listrik, menandai penurunan penjualan lebih dari 8 persen dibandingkan dengan tahun 2024.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Sementara itu, sehari sebelum pengumuman Tesla, BYD telah melaporkan penjualan sebanyak 2,26 juta kendaraan listrik sepanjang tahun 2025. Angka ini jauh melampaui ekspektasi analis FactSet yang memperkirakan penjualan Tesla pada kuartal terakhir hanya akan melambat sedikit, menjadi 449.000 unit.
Faktor Penurunan Tesla dan Persaingan Ketat
Penurunan penjualan Tesla ini terjadi di tengah beberapa faktor. Salah satunya adalah penghapusan kredit pajak AS sebesar US$7.500 pada akhir September 2025. Para pengamat industri, menurut Mureks, mencatat bahwa dibutuhkan waktu bagi permintaan kendaraan listrik untuk kembali seimbang setelah perubahan kebijakan tersebut.
Selain itu, Tesla juga menghadapi kesulitan penjualan di pasar-pasar utama akibat dukungan politik CEO Elon Musk terhadap Presiden AS Donald Trump dan politisi sayap kanan lainnya. Persaingan yang semakin ketat dari BYD, perusahaan-perusahaan Tiongkok lainnya, serta raksasa otomotif Eropa, turut menjadi tantangan serius bagi Tesla.
Dominasi BYD dan Ekspansi Global
BYD yang berbasis di Shenzhen, Tiongkok, tidak hanya memproduksi kendaraan listrik murni tetapi juga mobil hibrida. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1995 dan awalnya berfokus pada pembuatan baterai. Dikenal dengan slogan bahasa Inggris “Build Your Dreams”, BYD telah mendominasi pasar kendaraan energi baru yang sangat kompetitif di Tiongkok, yang merupakan pasar terbesar di dunia untuk jenis kendaraan ini.
Kini, BYD berupaya memperluas kehadirannya di pasar internasional. Meskipun menghadapi tarif tinggi di Amerika Serikat, kesuksesan perusahaan ini terus meningkat di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa. Ekspansi ini didorong oleh pola konsumsi yang semakin waspada terhadap harga di Tiongkok, yang membebani profitabilitas domestik.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, Tesla masih unggul tipis atas BYD dalam penjualan kendaraan listrik tahunan, dengan 1,79 juta unit berbanding 1,76 juta unit. Namun, tren ini berbalik drastis pada tahun 2025, menempatkan BYD di puncak industri EV global.






