Nasional

Bupati Aceh Tamiang Desak Pusat Sediakan 42 Ribu Huntap, Sembako 6 Bulan, dan BLT Rp 1 Juta untuk Korban Banjir

ACEH TAMIANG, Mureks – Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, mendesak pemerintah pusat untuk segera menyalurkan bantuan perumahan, pangan, dan tunai bagi ribuan warga yang terdampak bencana banjir dan longsor. Permintaan ini disampaikan Armia langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang pada Kamis, 1 Januari 2026.

Armia Fahmi memaparkan kondisi terkini wilayahnya pascabencana banjir dan longsor yang melanda pada akhir November 2025. Menurutnya, dampak bencana tersebut sangat parah, menyebabkan ribuan rumah warga rusak berat bahkan hilang.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Kebutuhan Hunian Tetap Mendesak

Dalam rapat tersebut, Armia merinci data kerusakan hunian yang signifikan. “Kami juga mohon bantuan. Pertama untuk perumahan Huntap. Dari data yang kami dapatkan dari para kepala desa, jadi rumah yang hilang sebanyak 37.888 unit dan rumah yang rusak berat sebanyak 4.839 unit,” ujar Armia, menegaskan urgensi bantuan.

Total, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang membutuhkan 42.727 unit hunian tetap (huntap) untuk warganya. “Sehingga kami mohon izin bapak presiden, kami membutuhkan rumah huntap atau hunian tetap sebanyak 42.727 unit,” lanjutnya.

Mureks mencatat bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) saat ini sudah mulai dilakukan secara bertahap, dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Danantara.

Permintaan Bantuan Pangan dan BLT

Selain persoalan hunian, Armia juga meminta dukungan pemerintah pusat terkait pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga terdampak. Ia menilai, kondisi perekonomian masyarakat belum pulih optimal akibat bencana.

“Kami mempunyai jumlah penduduk 313.245 jiwa. Kami sudah menghitung juga dengan Bappenas, kebutuhan akan beras, telur, minyak goreng, dan gula selama enam bulan ke depan, Pak Presiden,” paparnya.

Armia menambahkan, pihaknya akan segera mengirimkan surat resmi kepada menteri terkait untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pangan tersebut. “Jadi kami nanti akan membuat surat resmi nanti kepada menteri terkait untuk bisa kami dipenuhi untuk enam bulan ke depan karena yang kami lihat, kondisi perekonomian di kami ini masih sangat terasa,” tutur dia.

Tidak hanya itu, Bupati Armia Fahmi juga mengajukan permohonan bantuan jatah hidup berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) selama satu tahun. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga terdampak.

“Yang ketiga Bapak Presiden, kami juga bermohon ada bantuan berupa jatah hidup atau BLT kepada 111.520 KK. Kalau diperkenankan, masing-masing bisa dapat Rp 1 juta selama satu tahun, Pak Presiden. Jadi ini bisa juga meringankan beban kami,” kata Armia.

Mureks