Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Bazis setempat berhasil menebus sebanyak 1.811 ijazah milik warga kurang mampu sepanjang tahun 2025. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.
Koordinator Baznas (Bazis) Jakarta Selatan, Ahmad Kahpi, menjelaskan bahwa ijazah yang ditebus meliputi tingkatan SMP dan SMA yang berada di bawah naungan Suku Dinas Pendidikan wilayah I dan II Jakarta Selatan. Selain itu, program ini juga mencakup pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Aliyah (MA) yang berada di bawah Kementerian Agama.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
“Penebusan dilakukan dalam lima tahap sejak bulan Januari hingga Desember 2025,” ujar Kahpi pada Selasa (6/1), seperti disiarkan Beritajakarta.
Mureks mencatat bahwa rincian penebusan ijazah per tahap adalah sebagai berikut:
- Tahap pertama: 21 ijazah
- Tahap kedua: 193 ijazah
- Tahap ketiga: 460 ijazah
- Tahap keempat: 829 ijazah
- Tahap kelima: 308 ijazah
Kahpi menambahkan, anggaran yang digunakan untuk program tebus ijazah ini berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dana tersebut dikumpulkan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, lembaga, perusahaan, dan pemerintah melalui Baznas (Bazis).
“Intinya itu bantuan dari warga untuk warga. Pengumpulan ZIS ini tentunya akan bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” terangnya.
Selain program penebusan ijazah, Baznas (Bazis) Jakarta Selatan juga aktif menjalankan berbagai program sosial lainnya sepanjang tahun 2025. Program-program tersebut meliputi bedah rumah, santunan, hingga layanan hapus tato gratis.
“Mudah-mudahan tahun ini program kita lebih banyak lagi agar manfaat bagi masyarakat semakin terasa,” tandas Kahpi, berharap program-program tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas.






