Nasional

Banjir Susulan Landa Aceh Timur, 10 Kecamatan Terdampak, Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi Lagi

ACEH TIMUR, Mureks – Banjir susulan kembali menerjang Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, pada Jumat (9/1/2026). Musibah ini meluas hingga merendam 44 desa yang tersebar di 10 kecamatan, memaksa ratusan warga kembali mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Penyebab dan Luas Dampak Banjir

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, menjelaskan bahwa perluasan dampak banjir ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (7/1/2026) malam. “Sebelumnya, banjir terjadi di lima kecamatan, tetapi kini meluas hingga 10 kecamatan. Banjir susulan ini akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu (7/1) malam. Sejumlah gampong kembali tergenang, bahkan ada yang mengalami kenaikan debit air cukup signifikan,” kata Afifullah, dikutip dari Antara, Jumat (9/1).

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Sepuluh kecamatan yang kini terdampak banjir susulan meliputi Simpang Ulim, Pante Bidari, Indra Makmur, Banda Alam, Madat, Julok, Bireum Bayeun, Rantau Pereulak, Sungai Raya, dan Rantau Selamat.

Data Korban Terdampak dan Pengungsian

Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD, jumlah warga terdampak banjir mencapai 5.032 jiwa dari 1.191 keluarga. Dari angka tersebut, mayoritas atau sebanyak 4.902 jiwa dari 1.151 keluarga masih memilih bertahan di rumah masing-masing.

Namun, sebanyak 130 jiwa dari 40 keluarga telah mengungsi ke tiga titik pengungsian yang telah disiapkan. “Sedangkan 130 jiwa dari 40 keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Warga yang mengungsi tersebar di tiga titik pengungsian yang telah disiapkan,” ujar Afifullah.

Hingga saat ini, Mureks mencatat bahwa belum ada laporan mengenai korban jiwa, luka-luka, maupun warga yang dinyatakan hilang akibat bencana banjir ini.

Imbauan dan Pembaruan Data dari BPBD

Afifullah mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan banjir untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan segera mengungsi apabila debit air terus meningkat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa data warga terdampak banjir susulan ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui. “Data bencana banjir usulan terus kami perbarui. Kami berharap kondisi segera membaik dan air dapat surut secepatnya. Kami terus mengingatkan masyarakat mewaspadai banjir susulan,” pungkas Afifullah.

Mureks